Pemain Premier League Indonesia (LPI) Liburan

Rabu, 23 Maret 2011

BANDUNG – Pemain bintang Bandung FC Lee Hendrie pulang ke negerinya Inggris. Bersama pemain asing asal Korea Selatan Kim Sang Duk, yang juga berlibur karena pertandingan baru digelar 26 Maret mendatang. Keduanya juga tidak akan ikut dalam uji coba Bandung FC di Purwakarta, Kamis ini (17/3/2011).

Kondisi demikian dimanfaatkan Laskar Siliwangi, julukan Bandung FC untuk mengoptimakan potensi pemain lokal lokal. Kemampuan mereka akan dipantau saat melakukan program try out pertama di Purwakarta menghadapi PS BTN dalam laga uji coba yang akan digelar di Stadion Purnawarman, Purwakarta.

Sementara, Javad Moradi (Irak), Perry N Sommah (Liberia) dan Michel Ndbuisi (Nigeria), belum muncul dalam latihan yang digelar di Pusdikjas, Cimahi Rabu (16/3/2011).

Menurut Wakil Manajer Bandung FC Fajar Syahbana, tanpa Lee Hendrie dan Kim Sang Duk yang sedang pulang ke negerinya, uji coba tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan para pemain lokal yang belum pernah diturunkan sejak kompetisi dimulai.

"Jajaran pelatih akan fokus pada para pemain yang sering duduk di bangku cadangan. Pada try out yang pertama nanti akan menjadi kesempatan kita terutama pelatih untuk melihat potensi itu. Sayang, kalau mereka kita simpan terus," ungkap Fajar kepada wartawan.

Pada kesempatan latihan pertama pasca liburan hari ini, para pemain diinstruksikan Budiman Yunus sebagai persiapan untuk uji coba Kamis sore ini. Budiman yang menggantikan Nandar Iskandar berharap dapat mengasah kemapuan para punggawa lokalnya.

”Hari ini kita siapkan para pemain lokal untuk kita turunkan dalam uji coba nanti. Program ini sebagai pengisi ketika para pemain asing kita tengah pulang ke negerinya masing-masing. Harapan kami, semoga saja uji coba yang kita lakukan menjadi bekal kita menghadapi pertandingan berikutnya," jelasnya.

Tim akan berangkat ke Purwakarta besok siang. Usai uji coba tim akan kembali ke Bandung dan kembali berlatih sambil menunggu lawan tanding berikutnya.

"Selama kita libur uji coba akan kita lakukan untuk memberikan jam terbang kepada pemain lokal kita. Ini sangat penting mengingat tim butuh jam terbang dengan melawan dengan tim yang sepadan," tambahnya.

Medan Chief Siap Gebuk PSM

MAKASSAR – Medan Chief memastikan tampil full tim saat laga tandang di Stadion Mattaonging, Makassar, Sabtu (12/3/2011). Mereka menargetkan menang melawan PSM Makassar dalam kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI).

"Kami punya modal yang sangat bagus. Kami telah mengalahkan Manado United dalam laga tandang sebelumnya," ujar Pelatih Medan Chief Jorge Streinbruner saat ditemui di Stadion Mattoanging dalam uji lapangan Jum'at (11/3/2011).

Sementara itu, Kapten tim Medan Chief Syahrir Ishak mengakui hal serupa. Menurutnya, kondisi para pemain sangat bagus sejak menang di Manado. "Berkat kemenangan away di Manado.Kami akan berusaha maksimal mendapatkan poin disini," pungkas pemain timnas Singapura tersebut.

Delapan pemain asing Medan Chief dipastikan bergabung dalam laga di Makassar.Tiga lainnya merupakan pemain naturalisasi asal Belanda. Mereka adalah Bryan, Dane dan Fred.
 Dua diantaranya adalah pemain timnas Singapura.

Mereka adalah Syahrir Ishak dan Baihaki Khaizan. Sisanya Abdel Hadi (Maroko), gelandang Kevin (Perancis), dan stopper Luis Eduardo (Chile).  Medan Chief sudah membuktikan ketangguhannya. Tim ini berada di urutan ketiga LPI dengan 14 poin.

Dari tujuh kali pertandingan, sudah empat kali menang, dua kali seri, dan satu kali kalah.

Steve Pantelidis "Superhero" Bintang Medan

MEDAN - Bek Bintang Medan FC, Amin Kamoune, dinyatakan tidak akan bermain selama 6 pekan. Karena itu, Tim asal Medan yang berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) mendatangkan gelandang bertahan asal Yunani asal A-League Australia, Steve Pantelidis.

Pantelidis dikenal sebagai pemain yang kuat dan agresif, tidak hanya di posisi gelandang namun juga piawai di posisi sayap.

Setibanya di Medan, Pantelidis menyiratkan keyakinan dirinya dapat memberi kontribusi besar bagi Bintang Medan. "Pengalaman bermain saya selama merumput kurang lebih 10 tahun di Australia, semoga dapat menginspirasi kemenangan Bintang Medan di pentas LPI," katanya.

Pantelidis menjelaskan, pelatih Michael Feichtenbeiner memanggilnya untuk memperkuat lini pertahanan selain membantu serangan-serangan dari sayap. "Selain empat posisi bek belakang, saya juga dapat bermain sebagai gelandang bertahan dan sayap," katanya.

Sementara menurut asisten pelatih Bintang Medan, Robert Roelofsen, mengatakan hadirnya pemain multi-talenta itu akan sangat menguntungkan. Pria asal Belanda ini juga menyayangkan cedera yang dialami Amin.

"Klub juga kesulitan melapis rentannya barisan belakang pasca cederanya Amin (Kamoune). Jadi untuk sementara, Pentalidis akan mengisi posisi Amin karena kita perlu memperkuat lini pertahanan untuk  memastikan kemenangan bagi tim kami," jelas Roelofsen.

"Kehadiran Pantelidis akan menjadi tembok kokoh baru bagi pertahanan Bintang Medan. Dari pantauan kami mengenai rapor bermainnya yang kerap diturunkan secara reguler, kami optimis Bintang Medan dapat kembali ke jalur yang benar," harap Roelofsen.

Sebelum bergabung dengan Bintang Medan, Steve Pantelidis bermain di Altona East, FC Aarhus, Melbourne Knights, Oakleigh Cannons, Heidelberg United, Melbourne Victory dan Gold Coast United. Dia bermain di posisi gelandang bertahan atau mengisi posisi sayap kiri dan kanan gelandang.

Manado United Biography

Jumat, 04 Maret 2011

Manado United merupakan klub sepak bola yang sudah cukup lama berdiri di Manado. Masyarakat di Manado sendiri sangat menantikan kehadiran dan selalu mendukung klub sepak bola yang dapat berprestasi dari daerahnya. Fokus Manado United adalah pengembangan pemain lokal. Diperkuat oleh mantan pemain-pemain Persma Manado, Manado United siap berprestasi pada musim kompetisi Liga Primer Indonesia.
Stadion: Klabat, Manado (kapasitas 20.000)
Pelatih: Muhammad Al-Hadad

Bogor Raya Tingkatkan Kemampuan Individu Pemain

BOGOR - Kontestan tim Liga Primer Indonesia (LPI), Bogor Raya, terus berbenah untuk memperbaiki skuadnya musim ini. Karenanya, pelatih Bogor Raya, Jhon Anwandi, terus mematangkan kesiapan Masperi Kasim dan kawan-kawan dalam latihan.

Ia terus menggenjot latihan fisik dan skill pemain, serta meningkatkan kerja sama tim dengan pola satu dan dua sentuhan. “Penyelesaian akhir kami masih minim. Karena itu, baik penyelesaian akhir dan akurasi tendangan ke gawang, menjadi porsi utama setiap latihan,” tambahnya.
Pelatih asal Padang, Sumatera Barat tersebut mengatakan, telah melatih pemainnya melakukan tendangan penalti dan tendangan bebas. Semua pemain dilihat kemampuan melakukan penalti dan nantinya akan menentukan siapa saja yang akan layak menjadi eksekutor.
Sejauh ini, pelatih yang pernah membesut Persikabo Kabupaten Bogor sebagai asisten pelatih pada musim 2008/2009 mengaku, masih ingin memberi kesempatan kepada semua pemain, khususnya penyerang untuk menunjukkan kemampuan. Selain Luciano Ramon Jose dan Oscar Adrian Alegre, Jhon masih bisa memilih bombernya, di antaranya Adrija Jukic dan Okto Rianto.
Meski tidak dapat memastikan, Jhon tampaknya akrab dengan formasi 3-5-2. ”Selain menghitung peluang lawan, tentunya, pola yang diterapkan disesuaikan dengan pemain yang kami turunkan saat pertandingan,” ucap, pelatih yang pernah menjadi asisten Suimin Diharja ketika membesut Persikabo Kabupaten Bogor tersebut.
Ia menilai, hanya dengan formasi itu anak asuhnya bisa bermain sesuai harapan. “Kami tidak memiliki pemain tengah dengan skill seperti pemain Arsenal atau Barcelona. Jadi kami pakai formasi ini dengan mengutamakan serangan dari sayap," jelas pelatih yang sudah mengantongi lisensi A sejak tahun 2007.
Menurutnya, karakter pemainnya tak terlalu bagus bila mengandalkan permainan di sektor tengah. “Kami belum punya kreativitas dan skill individu yang cukup untuk memainkan bola di tengah sehingga harus bermain melebar.

Nur’Alim Inginkan Tim Lebih Disiplin

BANDUNG - Tak kunjung mendapatkan hasil yang baik dalam mengarungi kompetisi Liga Primer Indonesia, membuat gerah kapten tim Bandung FC, Nur’Alim.
Nur'Alim yang akrab disapa, Jabrik, menghimbau agar rekan-rekannya dapat tampil lebih disiplin dalam menjaga konsistensi permainan. Pasalnya, dari tujuh laga yang dilalui, kurang disiplinnya pemain mengakibatkan kemenangan yang seharusnya dapat diraih harus hilang dengan hasil seri dan bahkan berujung kekalahan.
Jabrik mengatakan, berkaca dari tujuh pertandingan yang sudah dilalui, sejatinya Bandung FC mampu menguasai permainan. Namun, penyelesaian akhir yang buruk menjadikan posisi Bandung FC harus berada di dasar klasemen sementara.
"Padahal, baik ketika di dalam lapangan ataupun di luar lapangan, Saya selalu ingatkan rekan-rekan agar bermain lebih keras. Karena selama ini, tim banyak memiliki peluang, tetapi ketika finishing justru tidak sempurna. Apalagi, terkadang masih sering kehilangan bola," kata Jabrik.

Nurdin Minta KONI Ambil Sikap Soal LPI

JAKARTA - Nurdin Halid yang pada siang hari ini datang untuk memenuhi undangan pertemuan di kantor KONI memberikan beberapa tanggapan terkait pertemuan tersebut. Salah satunya terkait keberadaan Liga Primer Indonesia (LPI).

Pertemuan yang dilangsungkan di gedung Koni senayan, Jumat (4/3/2011) tersebut dikabarkan oleh Ketua Umum PSSI berjalan dengan santai dan rileks, di sela-sela konferensi pers usai acara.

Dalam pernyataannya Nurdin mengungkapkan ada 4 poin yang disampaikan PSSI terhadap KONI. Poin-poin tersebut antara lain terkait persiapan PSSI agar timnas meraih hasil terbaik (medali emas) pada ajang SEA Games, Persiapan kongres PSSI, dan keberadaan LPI.

Untuk urusan ini, Nurdin mewakili PSSI meminta KONI dapat mengambil sikap untuk menindak lanjuti keberadaan LPI (Liga Primer Indonesia) serta berharap agar KONI dapat membantu menciptakan suasana Kondusif.

“Dalam Undang-Undang keolahragaan serta peraturan pemerintah No.16, jelas tidak sesuai Undang-undang bila LPI bernaung dibawah BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia),”  tegas Nurdin.

Nurdin sendiri juga berniat mengirim utusan langsung PSSI untuk bertemu FIFA di Swiss menyangkut surat dari FIFA dan isinya tersebut.

Bandung FC Harus Tampil Ngotot

BANDUNG - Ujian berat kembali dihadapi Bandung FC saat bertandang ke Stadion Cibinong Bogor pada lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI), Sabtu (5/3/2011). Dijamu tuan rumah Bogor Raya FC, Laskar Siliwangi perlu bekerja keras menghadapi tim yang dikenal dengan gaya bermain cepat itu.

Pelatih Bandung FC Nandar Iskandar yang sempat diultimatum manajemen akhirnya memilih untuk terus menangani Nur Alim dan kawan-kawan. Nandar memilih mempertahankan kursi kepelatihan yang bila dikaitkan dengan prestasi Bandung FC yang saat ini terhempas di dasar klasemen.

Diakui pelatih berusia 60 tahun ini, ultimatum Manajemen Bandung FC tidak akan jadi beban berat bagi dirinya menghadapi Bogor Raya FC. Nandar justru menyikapi posisinya saat ini dengan tenang dan siap membuktikan kalau laga kedelapan kalinya itu akan menjadi sebuah jawaban bahwa Bandung FC bisa memberikan sebuah kemenangan pertama kalinya.

"Perasaan saya  biasa-biasa  saja menghadapinya, semua saya hadapi dengan enjoy. Semua pemberitaan tentang tim dan diri saya memang bukanlah  sebuah beban. Justru kami khawatir pemain lah yang akan terbebani dengan kondisi yang terjadi saat ini. Karena itu, saya sendiri telah mengubah pola latihan  untuk  mengusir rasa jenuh jelang pertandingan lusa (besok)," ujar Nandar sebelum bertolak ke Bogor Kamis lalu.

Namun pernyataan Nandar tersebut saat bertemu Bogor Raya akan diuji kebenarannya. Pasalnya, Bogor Raya saat ini masih berada dua tingkat di atas Bandung FC. Bogor Raya sudah mengoleksi satu kemenangan dan sekali imbang. Sedangkan sisanya berakhir dengan kekalahan.

Diatas kertas, kinerja kedua kesebelasan hingga pekan ke-8 kompetisi LPI memang kurang menggembirakan. Kedua kesebelasan masih berkutat di papan bawah klasemen sementara. Bandung FC bahkan terdampar di urutan terbawah dengan satu poin, hasil dari tujuh kali main, sekali seri dan enam kali kalah.

Mengingat posisi Bogor Raya FC agak lebih baik, klub Kota Hujan itu berpeluang menang dengan dukungan penuh Boraholic, julukan suporter Bogor Raya FC. Kedua klub satu provinsi ini akan bertarung ngotot untuk meraih kemenangan.

Bogor Raya yang cukup bagus performanya saat ini, disikapi Nandar bahwa tim asuhan Jhon Arwandi itu memiliki kelebihan. Menurutnya, sesuatu yang berbeda dari Bogor Raya itulah yang dijadikannya sebuah pekerjaan rumah untuk dipecahkan.

"Bogor Raya pasti memiliki kualitas lebih dari kita berdasarkan klasemen. Saya kira kenapa calon lawan kita disebut-sebut bagus karena mereka pasti memiliki sesuatu. Saat melihat permainan mereka, hasil analisa saya mengatakan bahwa pola permainan mereka bagus, begitu juga dengan pemain asingnya yang  memiliki speed serta sering melakukan shooting yang terarah," beber Nandar.

Sedangkan di kubu Laskar Kujang, julukan Bogor Raya FC, peluang untuk memenangi laga kandang sangat diinginkan pemainnya. “Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik, dan kelihatannya semua pemain sudah kembali pada puncak performanya masing-masing,” ujar bomber Bogor Raya, Luciano Rimoldi melalui situs resmi klub.

Luciano juga menambahkan, timnya saat ini dirasakan makin padu. “Saya yakin, bila sudah bisa mencetak gol, performa permainannya bakal makin meningkat.” tandas pemain asal Argentina itu.
Di sisi persiapan Bandung FC jelang pertandingan, Nandar masih mempercayai tugas lini tengah kepada Yaris Riyadi. Nandar juga menginstruksikan lini pertahanan lewat Aji Nurpijal dan Nur Alim agar bekerja ekstra keras.

Nandar sendiri memilih memperbaiki tim yang urung menghasilkan kemenangan ketimbang nasibnya di Bandung FC di musim pertama LPI  ini. Paling tidak, Bandung FC bisa beranjak dan meraih poin absolut atas tuan rumah Bogor Raya untuk menyelamatkan muka Bandung FC di mata pecinta sepakbola Bandung sekaligus menjaga kedudukan sang pelatih.

Tidak semua pemain diboyong Nandar dalam pertandingan nanti. Namun, untuk formasi pola 4-4-2 telah disiapkan untuk menjajal tuan rumah. Lini depan tetap mengandalkan, duet Lee Hendrie dan Perry  Sommah. Yang paling diutamakan Nandar adalah mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Nandar memahami, ultimatum manajemen akan berefek kepada pemain. Namun, dia berharap, para pemain menyikapinya secara dewasa.  "Yang jelas mereka bisa lebih enjoy, justru dengan kondisi sekarang ini malah akan menambah motivasi," pungkasnya.

Bintang Medan Butuh Suporter

MEDAN - Bintang Medan akan menghadapi lawan tangguh Persebaya 1927 FC dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI), Jumat (4/3/2011) hari ini. Meski sulit, Bintang Medan dinilai tetap memiliki peluang menumbangkan Bajul Ijo.

Persebaya diketahui merupakan tim sarat pengalaman dan memiliki materi pemain yang tangguh. Khususnya dibandingkan tim Bintang Medan FC yang baru berlaga pada musim perdana Liga Primer Indonesia (LPI), Persebaya secara materi diatas kertas lebih unggul.

Hal itu dikatakan Vice President LPI Region Sumatera-Aceh, Avian Tumengkol, menanggapi pertandingan antara Bintang Medan melawan Persebaya di Stadion Teladan Medan.

Menurut Avian, tidak mudah mengalahkan Persebaya dan perlu strategi yang tepat untuk menghadapi tim asuhan Aji Santoso itu. Namun demikian, Avian menilai bahwa tim asal Medan yang sekarang duduk di papan tengah klasemen sementara LPI itu bisa memenangkan laga melawan tim papan atas dengan dukungan masyarakat.

"Kita memang tidak bisa pastikan siapa yang menang, meski kita tahu Persebaya itu tim kuat dan Bintang Medan belakangan ini kurang mampu memetik kemenangan. Apalagi dengan cederanya beberapa pemain inti. Tapi saya yakin dengan dukungan masyarakat di Medan dan Sumut, Bintang Medan bisa menang," kata Avian, malam ini.

Dijelaskan Avian, dukungan masyarakat yang dimaksud adalah kehadiran para suporter dan pecinta sepakbola di stadion untuk langsung menyaksikan pertandingan sebagai tanda dukungan mereka.

"Pemain di lapangan tidak bisa menang sendiri tanpa dukungan. Dan dukungan paling utama bagi pemain adalah suporter yang memberikan mereka semangat dan emosi untuk berjuang di lapangan," Avian menjelaskan dalam rilis yang diterima okezone, Jumat (4/3/2011).

"Jadi seandainya masyarakat ramai-ramai hadir di stadion, saya yakin ini akan menjadi faktor penting bagi pemain di lapangan. Tidak hanya suporter, tapi juga semua elemen seperti pengusaha, pelajar, mahasiswa, bahkan tukang becak sekalipun," harap Avian yang juga mantan pemain sepakbola di liga profesional AS dan Australia.

Avian berharap, animo masyarakat ketika Timnas Indonesia berlaga di Piala AFF bisa dibangkitkan kembali. "Waktu itu kan bela Timnas. Nah, sekarang bela kotanya sendiri. Bintang Medan sangat pantas didukung oleh masyarakat Medan sendiri, sama halnya kelompok suporter Bonek yang datang dari Surabaya khususnya untuk mendukung Persebaya,” tutupnya.

Soal LPI, FIFA Ultimatum PSSI

ZURICH - Badan Sepakbola Dunia, FIFA, tak hanya mengeluarkan ketetapan terkait polemik kongres pemilihan ketua umum PSSI. FIFA juga melayangkan ultimatum pada PSSI, terkait status keberadaan Liga Primer Indonesia (LPI).

Kamis (3/3/2011) malam WIB, FIFA menggelar sidang komite eksekutif yang menelorkan sejumlah keputusan, termasuk desakan pada PSSI untuk menggelar sidang pembentukan komite pemilihan serta penyelenggaraan pemilihan ketua umum.

Tak hanya itu, FIFA juga memberi ultimatum pada PSSI untuk menyelesaikan masalah LPI. Seperti dilansir situs resmi FIFA, ketetapan tersebut berbunyi: Jika PSSI tidak mampu mengendalikan liga yang memisahkan diri (LPI-red), kasus tersebut akan diserahkan kepada Komite Eksekutif FIFA untuk memberi penangguhan.

Seperti diketahui, keberadaan LPI memang tidak diakui PSSI dan dianggap ilegal. PSSI memacu pada statuta FIFA, yang tidak membenarkan dua liga profesional bergulir di satu negara.

Namun sejauh ini, LPI, yang diluncurkan akhir Desember 2010, masih berjalan. Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar, merupakan tiga klub yang berpaling dari Liga Super Indonesia, kompetisi di bawah naungan PSSI, dan kini berlaga di LPI.

Marquee Player, Harga Mahal Sebuah Gengsi

SEJAK ada Liga Primer Indonesia (LPI), publik bola tak hanya disuguhi sebuah tontotan sepakbola ‘indie’ atau di luar main stream. Tapi juga ada sejumlah fenomena atau istilah baru yang mulai akrab, salah satunya istilah marquee player.

Secara harfiah, marquee player berarti pemain bintang atau kelas dunia yang didatangkan dengan gaji di atas rata-rata, biasanya dibiayai sponsor. Mungkin penikmat LPI sudah paham bagaimana Bandung FC sudah diwarnai mantan pemain Aston Villa, Lee Hendrie.

Sistem marquee player sudah akrab diterapkan di A League Australia dan MLS Amerika Serikat dan bertujuan untuk mengangkat value dari kompetisi maupun klub. Pertanyaannya, apakah ‘proyek’ marquee player benar-benar optimal di Indonesia?

Masih terlalu dini menjawabnya. Namun menurut saya, di iklim kompetisi seperti Indonesia, keberadaan marquee player tak lebih dari sebuah pelampiasan gengsi. Itu jika melihat status pemain bintang yang rata-rata sudah ‘karatan’ atau uzur.

Misalnya Lee Hendrie di Bandung FC. Saya melihat orientasi memiliki marquee player kemudian menyimpang hanya untuk pamer-pameran atau gagah-gagahan, bukan orientasi murni pada prestasi. Akhirnya keberadaan marquee player menjadi asing.

Lee Hendrie yang dicetak untuk sepakbola disiplin, cepat, dan tertata, kemudian secara instant harus bertanding di sepakbola indonesia yang lambat, disiplin  rendah dan bahkan lapangan yang kurang rata. Sudah begitu, ia dituntut untuk menjadi tukang sulap yang bisa mengubah tim menjadi superior.

Tak heran jika keberadaan pemain kelahiran 1977 ini seperti kehilangan sentuhan kala ia bermain di negaranya. Yang tampak kemudian adalah tak ada bedanya Lee Hendrie dengan pemain asing lain yang bukan berstatus marquee player.

Saya lebih terpesona oleh penampilan kiper Cenderawasih Papua Dennis Romanovs. Kiper asal Papua ini tak banyak menyita publikasi, tapi kemampuannya masih luar biasa di usia 35. Siapa sangka ia pernah bermain Liga Champions Eropa bersama Slavia Praha.

Penampilan Romanovs kala berlaga di Gelora 10 November menunjukkan bahwa penampilan jauh lebih penting dibanding status. Ia sudah membuktikan keberadaannya sangat dibutuhkan Cenderawasih Papua, minimal untuk membuat frustrasi bomber-bomber Bajul Ijo.

Saya sepakat dengan Aji Santoso yang tak mau pusing dengan status pemain, apakah marquee player atau tidak. Aji lebih mengedepankan pemain yang sesuai kebutuhan timnya alias efektif, bukan pemain bintang yang nantinya tidak banyak mengangkat performa tim.

Perekrutan pemain macam Otaviano Dutra menurut saya sudah cukup bagus untuk kompetisi LPI, tanpa embel-embel marquee player. Persema Malang juga terbilang stabil di papan atas tanpa harus mengumbar libido mendatangkan pemain kelas dunia.

Dengan status old crack atau renta, pemain berkelas dunia pun sudah banyak berkurang kemampuannya. Paling menonjol adalah fisik. Tanpa kondisi fisik yang memadai, mustahil pemain bisa konsentrasi dan fokus pada skill-nya, terlebih ia dikelilingi pemain yang berlevel jauh di bawahnya.

Seorang marquee player seharusnya tak hanya bisa mengangkat pencapaian sebuah klub, tapi juga menjalankan fungsi tutorial terhadap pemain lokal. Apa jadinya jika pemain bintang penampilannya lebih parah atau hanya setara dengan pemain domestik karena ketidakcocokan iklim kompetisi sepakbola.

LPI memang membutuhkan sarana untuk promosi demi mengangkat nilai kompetisi itu sendiri. Namun mendatangkan marquee player bernilai milyaran yang tak sesuai dengan kebutuhan tim, pada akhirnya hanya akan menjadi aksi gagah-gagahan tanpa prospek yang jelas.

Club LPI Mulai Berkembang

MALANG - Setelah kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) memainkan beberapa laga, klub-klub mulai menunjukkan perkembangan. Sejumlah tim mulai tidak gagap dengan pertandingan di luar kandang.

Itu diungkapkan Pelatih Persema Malang Timo Scheunemann setelah timnya ditahan imbang Minangkabau FC. Itu juga semakin membuktikan bahwa tidak ada dominasi di kompetisi LPI kendati Persema tetap memegang puncak klasemen sementara.

Di awal musim, Persema dan Persebaya 1927 kelihatan bakal mudah menjalani seluruh pertandingan sepanjang musim. Nyatanya itu tak terbukti karena baik Persema maupun Persebaya nyatanya juga sudah kehilangan angka.

Malah, Persema yang berjuluk Laskar Ken Arok dua kali tertahan di kandang kala menjamu Batavia Union dan Minangkabau FC. Persebaya sendiri juga pekan lalu takluk dengan mudah di kandang Bali Devata.

”Ini menunjukkan tidak ada dominasi di LPI. Semua klub mulai bisa merasakan nuansa kompetisi, termasuk klub yang masih baru. Siapa yang yang mental dan keseimbangan timnya lebih bagus, akan mendapatkan angka. Walau klub baru sekalipun," tutur Timo.

Ia mencontohkan Minangkabau FC yang dua kali memetik satu angka di Jawa Timur, yakni menahan imbang Persibo Bojonegoro dan Persema Malang. Torehan itu membuktikan bahwa sejumlah klub mulai merasakan kemapanan.

Timo juga membantah persaingan di LPI jauh lebih ringan dibanding di Indonesia Super League (ISL). Dikatakannya, publik memandang seperti itu karena LPI masih sangat baru dan belum kelihatan kualitas sebenarnya. Dirinya yakin persaingan ke depan semakin berat.

Persema termasuk tim "tua" yang mengikuti kompetisi sempalan tersebut, selain Persebaya 1927. Sejauh ini Persema dan Persebaya memang lebih menonjol karena persiapan menuju kompetisi terbukti lebih lama dan matang.

Ungkapan seirama juga dilontarkan pelatih Persebaya 1927 Aji Santoso. Dikatakan pelatih asal Malang ini, persaingan di LPI mulai berlangsung ketat karena beberapa klub sudah menemukan ritme permainannya.

Keuntungan yang dimiliki Persebaya dengan persiapan lebih lama, menurutnya bukan jaminan bakal selalu memenangi laga. Dicontohkan laga kontra Bali Devata dan Cenderazwasih Papua. Timnya takluk di Bali dan ditahan imbang di Surabaya karena gagal menjaga performa sekaligus terbatasnya stok pemain.

"Sejak semula saya yakin kompetisi akan berangsur sulit. Makanya saya lebih konsentrasi pada perbaikan tim, karena lawan yang kita hadapi juga mulai mapan. Kalau lawan berbenah sedangkan kita stagnan, maka kompetisi akan jauh lebih sulit," ungkap Aji.

Persebaya yang semula dominan, mulai sempoyongan menghadapi lawan yang terbilang lebih muda. Misalnya saja kala menjamu Cenderawasih Papua, timnya kehabisan akal membolongi jala tim tamu walaupun terus membombardir dengan segala model serangan.

Jovo Tertarik Tangani Bandung FC

BANDUNG - Mantan pelatih Persib Bandung Jovo Cuckovic mengaku tertarik pada klub Liga Primer Indonesia (LPI), Bandung FC. Jovo yang selalu berada di tribun penonton setiap laga Bandung FC menilai pertahanan Nuralim cs sering kehilangan kendali.

"Lini pertahanan Bandung FC nampak kurang rapat terutama pada babak kedua. Saat berada dalam tekanan, mereka terlihat tidak siap," tutur Jovo ditemui wartawan di sela-sela latihan Persib, Minggu (27/2/2011).

Meski kurang mengenali para pemain Bandung FC, Jovo mengakui performa Bandung FC pada beberapa laga kandang sudah cukup baik. Bahkan pada laga menjamu Tangerang Wolves, Sabtu (26/2/2011) Jovo mengakui tim berjuluk Laskar Siliwangi itu hanya kurang beruntung.

Mengenai ketertarikannya menangani Bandung FC, Jovo tidak mengutarakannya secara eksplisit. Namun, pelatih yang pernah beberapa bulan menangani Maung Bandung ini selalu datang dalam laga kandang tim besutan Nandar Iskandar.

Bandung FC sudah menggelar tiga laga kandang di Stadion Siliwangi diantaranya menjamu Persema Malang, PSM Makassar dan Tangerang Wolves.

Selain memiliki ketertarikan pada Lee Hendrie yang menjadi pemain bintang, Jovo menilai striker Bandung FC Perry N Somah bermain sangat baik. Hingga tujuh laga, pemain asal Liberia tersebut telah mencetak tiga gol.

"Dia (Perry, red) selalu bermain semangat. Mau bergerak ke berbagai daerah di lini depan. Hanya saja kerap minim kreatifitas dari gelandang sayap," pungkasnya.

The Blue Devils Mendekat ke Puncak Klasemen

SEMARANG – Enam kartu kuning dan lima gol mewarnai pesta Semarang United di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (27/2/2011). Menjamu Bintang Medan dalam partai lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI), tim berjuluk Blue Devils tersebut kembali meraih poin absolut dengan kemenangan dramatis 3-2.

Tambahan tiga poin pada laga kemarin memiliki arti penting bagi Semarang United. Hasil ini sekaligus memperpanjang raihan positif saat tampil di depan pendukungnya sendiri. Empat kali bermain, empat kali pula tim besutan Edy Paryono ini meraih kemenangan.

Selain itu, kemenangan tersebut juga membuat posisi Semarang United terdongkrak ke peringkat kedua dan mendekati pimpinan klasemen sementara Persema Malang. Mengoleksi 15 poin, tim ini sukses menggeser Persebaya 1927 yang hanya bermain imbang tanpa gol ketika menjamu Cendrawasih Papua.

Saat ini, poin Semarang United hanya terpaut dua angka dari Persema yang mengoleksi 17 poin. Namun, Blue Devils baru melakukan enam pertandingan. Sedangkan, Persema sudah menjalani tujuh laga. Itu artinya, peluang untuk merebut pimpinan klasemen terbuka sangat lebar.

Pada laga kemarin, kapten Semarang United Amarildo Souza menunjukkan eksistensinya. Dia memborong dua dari tiga gol tuan rumah. Gol pertama tercipta saat pertandingan baru berjalan lima menit. Pelanggaran keras pemain Bintang Medan Gaston Salasiwa yang menjatuhkan Amancio Fortes di petak terlarang membuat wasit Samuel Suyoto langsung menunjuk titik putih. Souza yang dipercaya sebagai algojo sukses mengoyak gawang Bintang Medan yang dikawal Deky Ardian.

Dominasi tuan rumah kembali berlanjut setelah Quinteri Raffael Simone menggandakan keunggulan di menit 24. Tertinggal dua gol, tidak membuat nyali para punggawa Bintang Medan ciut. Sebaliknya, mereka mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol yang dicetak Rochmat Dwi Adi di menit 30.

Lapangan yang tergenang air akibat guyuran hujan membuat tensi pertandingan meningkat. Beberapa kali terjadi gesekan antarpemain dan yang akhirnya membuat wasit sering mengeluarkan kartu.

Di menit 64, Bintang Medan berhasil menyamakan kedudukan setelah kapten tim An Hyo Yoen mengoyak jala Yoga Wahyu Arif. Beruntung, dua menit berselang Souza kembali mencetak gol setelah memanfaatkan sepak pojok.

Hasil ini sontak memantik kekecewaan pelatih Bintang Medan Michael Feictenbeiner. Beberapa kali dia memprotes keputusan wasit. Bahkan, di akhir pertandingan pelatih berkebangsaan Jerman tersebut menunjukkan sikap kurang simpatik yang menolak ajakan pemain tuan rumah untuk berjabat tangan.

Kekesalan Michael Feictenbeiner memuncak di ruang jumpa pers. Dia dan penerjemah memutuskan meninggalkan ruangan ketika Pelatih Semarang United Edy Paryono menjawab pertanyaan media. Mereka menilai jumpa pers tidak sesuai prosedur karena tidak menyediakan moderator dan mempersilakan tim tamu untuk berbicara terlebih dahulu.

Terpisah, Edy Paryono mengaku puas dengan hasil ini. ”Para pemain berjuang sepanjang pertandingan untuk meraih kemenangan. Memang, masih ada celah di lini pertahan. Namun, itu lebih disebabkan pemain kami kaget dengan strategi lawan yang menerapkan umpan-umpan panjang ke striker,” ujar Edy Paryono.

Persebaya Dibuat Frustrasi Kiper Cendrawasih

SURABAYA - Persebaya 1927 gagal memetik kemenangan di laga kandang Liga Primer Indonesia (LPI). Menjamu Cenderawasih Papua di Gelora 10 November, Persebaya hanya mampu memetik hasil 0-0.

Kiper Cenderawasih Papua Romanov menjadi momok bagi tuan rumah. Sembilan kali melakukan penyelematan penting, kiper asal Rusia ini membuat frustrasi Andik Vermansyah dan kawan-kawan di depan gawang.


Bermain menyerang dan mendapat setidaknya 12 peluang sepanjang laga, ternyata bukan jaminan memetik angka sempurna. Justru tim tamu yang bermodal kiper jempolan mampu membawa pulang satu angka.

Bermain menekan sejak awal, Persebaya dikejutkan peluang tim tamu lewat Marcio Da Silva. Tendangan lurus dari jarak sekitar 30 meter membentur mistar gawang Endra Prasetya. Upaya yang brilian dari Cenderawasih Papua.

Persebaya merespons dengan peluang cantik I Made Wirahadi dan Andik Vermansyah menit 15 dan 18. Sayang penampilan impresif kiper Romanov menggagalkan upaya tuan rumah. Persebaya memegang penuh kendali permainan.

Cenderawasih Papua hanya mengoptimalkan serangan balik via aksi individu Da Silva. Menit 23 Persebaya sebenarnya bisa mengubah papan skor melalui akselerasi bek Otavio Dutra. Sayang bek Brazil ini gagal menyelesaikan peluang kala bermaksud mengcoh kiper Romanov.

Suporter Bonekmania berharap ada campur tangan wasit dengan menunjuk titik putih. Namun tak ada keputusan apa pun, karena memang tak ada kontak fisik antara Romanov dengan Dutra.

Jika upaya tuan rumah dihadang kiper Romanov, peluang Cenderawasih digagalkan nasib buruk. Ya, di menit 43 tercatat dua peluang membentur mistar. Dengan demikian tiga peluang tim tamu semuanya digagalkan mistar. Benar-benar 45 menit yang membuat frustrasi kedua tim.

Babak kedua, tuan rumah tak mengendurkan tekanan ke pertahanan Cenderawasih Papua. Sayang kurang tenangnya penyelesaian akhir sekaligus penampilan memukau kiper Romanov membuat setiap peluang mentah.

Romanov pantas menjadi man of the match. Konsentrasi, refleks serta positioning mantan kiper Timnas Rusia ini sungguh luar biasa. Tendangan model apa pun yang dilepaskan pemain Persebaya bisa diantisipasi dengan sempurna.

Sepanjang laga, tercatat sembilan penyelamatan penting dilakukan Romanov. Padahal sebagian besar peluang Persebaya sangat bersih atau tinggal berhadapan dengan Romanov.

"Kita banyak peluang tapi selalu gagal. Selain kurang konsentrasi, kiper Cenderawasih juga sangat bagus. Tak banyak kiper yang melakukan penyelamatan seperti itu. Saya kecewa tak bisa menang, tapi mau bagaimana lagi," ujar Pelatih Persebaya Aji Santoso seusai laga.

Sementara pelatih Cenderawasih Papua Uwe Erkenbrecker bersyukur bisa mencatat hasil imbang di Surabaya. "Pertandingan yang berat. Tapi hasil imbang sudah cukup bagus," katanya. Laga ini sekaligus menyajikan nuansa baru karena dipimpin wasit asing asal Makedonia, Borka Smokvoski.

Lee Hendrie Kembali Dibekap Cedera

Selasa, 22 Februari 2011

BANDUNG – Pemain bintang Bandung FC Lee Hendrie kembali dibekap cedera tidak serius. Hendrie pun tidak nampak pada latihan pagi di Lapangan PPI Bandung, Selasa (22/2).

Menurut pelatih Bandung FC Nandar Iskandar, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang itu mengalami sedikit masalah pada otot paha. “Ada keluhan di otot paha. Dia (Hendrie, red) bermain sangat bersemangat bagi timnya pada pertandingan beberapa waktu lalu,” terang Nandar saat ditemui wartawan.

Mantan pemain Aston Villa itu juga tidak dapat hadir dalam latihan Bandung FC Senin sore. Nandar mengatakan, absennya Hendrie karena keputusan dokter tim yang menyarankannya beristirahat.

“Hendrie mengalami banyak benturan pada pertandingan yang berlangsung cepat. Saya musti tanya ke dokter untuk mengetahui perkembangannya,” kata Nandar.

Lebih lanjut Nandar menambahkan, pemain andalan Laskar Siliwangi itu akan terus dipantau dalam beberapa hari ke depan. “Saya pikir dia memang harus memulihkan kondisinya terlebih dulu. Kalau jarang latihan tetapi dalam pertandingan dia asal-asalan, itu baru salah,” tandasnya.

Cedera yang dialami pemain bernomor punggung 10 itu bukan kali pertama di Stadion Siliwangi. Usai menghadapi Persema (5/2) Hendrie mengalami cedera paha ringan karena lapangan yang keras.

Pengaruh positif


Kehadiran Lee Hendrie di tengah-tengah skuad Bandung FC memberikan pengaruh positif. Hal itu dirasakan oleh sang arsitek tim, Nandar Iskandar. Meski si pemain dibekap cedera ringan, Nandar menilai pemain bernomor punggung 10 itu selalu menunjukan kelasnya saat pertandingan di lapangan.

Ditemui usai latihan pagi di Lapangan PPI Bandung, Nandar mengatakan, Hendrie merupakan sosok pemain yang diandalkan Bandung FC saat ini mengingat pengalamannya merumput di Liga Inggris. “Saya pikir, salah jika dia (Hendrie, red) tidak ikut berlatih tapi pada pertandingan seorang pemain bisa mempengaruhi tim. Kecuali jika ada halangan pribadi itu hal yang wajar,” ujar Nandar menanggapi pemain kelahiran Birmingham, 18 May 1977 itu.

Nandar menilai, emosi mantan pemain klub Aston Villa itu seolah membuka mata para pemain lainnya saat bermain dalam pertandingan melawan PSM Makassar Sabtu (19/2) lalu. Pasalnya dalam pertandingan tersebut, Lee telah bekerja keras untuk timnya tersebut.

“Lee bermain habis-habisan pada pertandingan lawan PSM. Justru dia membawa hal yang positif ke dalam tim ini,” kata Nandar.

Nandar menuturkan, pemain yang direkrut dari Bradford City tersebut memicu pemain lain saat kondisi tim yang sedang tertinggal. Meski pada akhirnya, Laskar Siliwangi hanya bisa meraih hasil imbang 1-1.

“Pemain lain terbawa atmosfer jika Hendrie bermain maksimal. Justru pemain lain harus malu karena melihat semangatnya yang besar,” tegas Nandar. Selain memiliki pengalaman, keistimewaan Hendrie ialah statusnya sebagai pemain bintang. Namun, Nandar menganggap hal itu tidak benar.

“Dia malah selalu termotivasi agar pemainnya tidak kalah di setiap pertandingan. Nampak jelas, bahwa dia selalu mendorong pemain lain agar mau berusaha keras. Dari beberapa pertandingan dia memang terlihat emosi. Tapi itu dalam hal yang wajar, jika dia salah masih ada wasit yang memberikan hukuman,” jelas Nandar.

Nandar berharap, para Yaris Riyadi dan kawan-kawan tidak mengandalkannya sendiri. Justru Nandar menginginkan agar fighting spirit Hendrie dapat ditiru dengan baik.

P.L.I.F.A Jatim Siap Bergerak ke Jakarta

Senin, 21 Februari 2011

SURABAYA – Hasil verifikasi yang mencoret dua nama bakal calon ketua umum (ketum) PSSI, George Toisutta dan Arifin Panigoro, dapat respons keras.

Jawa Timur (Jatim) yang memiliki sejumlah “pemberontak” status quo PSSI siap bergerak. Saleh Ismail Mukadar, salah satu anggota tim sukses Toisutta dan Arifin, memiliki langkah lain di luar banding yang akan dilakukan mereka. Salah satu langkah itu, kata Saleh, adalah mengerahkan massa untuk menduduki kantor PSSI di Jakarta.

”Kami terpaksa menempuh jalur di luar prosedural. Sebab, hukum sudah diputarbalikkan oleh PSSI. Suporter dari Bali dan Surabaya sekarang (kemarin) sudah bersiap menduduki PSSI. Elemen suporter lain akan segera menyusul,” tandas Saleh, kemarin. Langkah menyerbu kantor PSSI ini didukung sepenuhnya Wakil Ketua Umum KONI Jatim La Nyala Matalitti.

Pria yang dikenal sebagai anti-Nurdin Halid ini bahkan melakukan seruan lebih keras. ”Saya minta warga Jawa Timur dan Indonesia untuk berangkat ke Jakarta dan ke tempat Kongres PSSI nanti. Kita harus bubarkan kongres buatan Nurdin dan revolusi PSSI harus dilakukan. Sepak bola bukan hanya milik kerajaannya Nurdin, “ cetusnya.

Seruan La Nyala ini disambut positif beberapa kelompok suporter. Dari Bangkalan, K-conkmania yang merupakan suporter klub Divisi II Perseba siap bergabung dengan suporter lain untuk menyerbu Jakarta. Perlu diketahui, pengurus Perseba salah satu klub amatir yang merilis soal suap mereka ke Ketua Badan Liga Indonesia Amatir (BLIA) Iwan Boedianto.

Namun, semua tuduhan mereka disangkal Iwan. Perseba juga memiliki hak suara dalam Kongres PSSI. ”Ke mana pun, kami akan berangkat demi untuk perubahan sepak bola Indonesia. Caracara kotor PSSI sudah keterlaluan dan tidak bisa dibiarkan,” ujar Koordinator Kconkmania Bangkalan, Yunus Mansyur Yasin. Tak hanya Bangkalan, dari Pasaruan, elemen suporter Persekabpas, Sakeramania, bahkan sudah siap memberangkatkan tiga bus untuk mendukung gerakan massa menduduki Kantor PSSI.

”Kami sudah melakukan koordinasi. Tinggal berangkatnya kita atur dengan suporter lain. Saya yakin mereka juga ikut mendukung, jika ingin sepak bola nasional tidak rusak,” tandas Pembina Sakeramania Bakar Aseggaf.

Selama Berada di INDONESIA, PSSI Harus Tunduk Aturan !

JAKARTA – Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemennegpora) akhirnya menyatakan sikapnya terkait kongres PSSI yang terus menjadi bahan perdebatan.

Dalam jumpa persnya, di media center Kemennegpora di Jakarta, Mennegpora Andi Alfian Mallarangeng meminta PSSI mengkoreksi hasil verifikasi yang hanya mengajukan dua nama calon Ketua Umum yaitu Nirwan D. Bakrie dan Nurdin Halid.

Mennegpora juga menjelaskan bahwa kementriannya, beserta jajaran Komite Olahraga Indonesia dan Komite Olimpiade Indonesia terlah berdiskusi mengenai Kongres PSSI yang berlangsung bulan depan.

Dalam keterangan persnya, Andi membacakan pasal 12 Undang Undang Sistem Keolahragaan Nasional Nomor 3 Tahun 2005 ditambah peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2007 sebagai landasan PSSI untuk melakukan restrukruisasi.

“Berdasarkan Undang Undang dan Peraturan tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, PSSI harus melakukan restrukruisasi sesuai peraturan yang berlaku dan sesuai dengan hasil Kongres Sepakbola Nasional,” ujar Andi di hadapan wartawan, Senin (21/2/2011).

Menurut Andi, Kongres PSSI nantinya harus bisa mereprenstasikan Kongres Sepakbola Nasional KSN sejalan dengan keinginan dan hati masyarakat. Karena itu, Andi meminta agar Komisi Banding kembali merevisi ulang hasil keputusan Komite Pemilihan yang telah diumumkan pada Sabtu (19/2/2011) lalu.

”Kami mendesak PSSI untuk mengkoreksi hasil keputusan Komite Pemilihan,” bilang Andi didampingi ketua KONI/KOI, Rita Subowo.

Andi juga mengingatkan PSSI harus memenuhi beberapa kriteria calon Ketua Ketua Umum diantaranya tidak pernah terlibat kasus hukum.

“Kami, Pemerintah, KONI/KOI mengingatkan kepada PSSI tentang ketentuan yang berlaku, di antaranya Pasal 62 ART KONI, bahwa setiap anggota pengurus induk organisasai harus memenuhi persyaratan tidak pernah terjerat perkara pidana atau dijatuhi hukuman penjara,” tegas Andi menyampaikan sikap Kemengpora perihal salah satu calon Ketua Umum PSSI yang sempat tersandung kasus hukum.

Mantan Juru Bicara Kepresidenan itu juga menyampaikan bahwa PSSI telah menyalahkan tafsir Statuta FIFA yang menuliskan seorang Ketua Umum harus berkecimpung di persepakbolaa suatu negara selama lima tahun.

Sedangkan FIFA sendiri hanya menyebutkan bahwa siapapun boleh mengajukan diri sebagai Ketua Umum. Asalkan, berkecimpung dalam sepakbola di suatu negara.

“Standar Statuta FIFA (they shall have already been active in football) dan Statuta PSSI (Pasal 35 Ayat 4) telah aktif sekurang-kurangnya 5 tahun dalam kegiatan sepakbola, harus diartikan sebagaimana adanya dan tidak ditafsirkan dalam arti sempit yaitu menjadi bagian dari kepengurusan PSSI selama 5 tahun,” beber Andi

“Jika peringatan ini tidak dilaksanakan, maka pemerintah bersama KONI/KOI akan menjalankan kewenangannya sesuai peratruan yang berlaku. Selama masih ada huruf ‘I’ di PSSI yang berarti Indonesia, PSSI harus tunduk pada peraturan dan perundangan yang berlaku di negri ini,” tutup Andi yang beranjak pergi tanpa bersedia menggelar sesi tanya jawab dengan media.

Minangkabau FC Menang

PADANG - Untuk pertama kali, tim sepakbola perwakilan Sumatera Barat di Liga Primer Indonesia (LPI), Minangkabau FC, memetik kemenangan setelah berhasil membobol gawang Solo FC di Stadion Agus Salim, Padang, Minggu (20/2/2011).

Tim asuhan Divaldo Alves menang 1-0 melalui gol Juninho. Kemelut didepan kiper Solo FC, Aleks Vrteski, pada detik-detik terakhir berhasil membuat Minangkabau FC 'pacah talua' di hadapan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, General Manager Bidang Liga LPI Arya Abhiseka dan Vice President LPI Regional Sumatera-Aceh Avian Tumengkol.

Usai pertandingan, Gubernur Sumbar turun ke tengah lapangan didampingi Avian Tumengkol menyalami tim pelatih dan para pemain Minangkabau. "Kemenangan pertama ini sangat berarti bagi masyarakat Sumbar, saya sangat menghargai pelatih dan pemain-pemain yang sudah berjuang keras untuk mendapat kemenangan ini. Apalagi kan Solo tim papan atas, jadi saya turut bangga dan perlu mengapresiasi keberhasilan ini. Semoga kita bisa semakin naik di klasemen," kata Gubernur.

Gubernur juga mengatakan akan mengimbau tokoh-tokoh dan perusahaan-perusahaan setempat untuk turut mendukung Minangkabau berkiprah di LPI. "Nanti saya upayakan ada pihak atau perusahaan di Padang untuk mendukung Minangkabau," katanya dalam rilis yang diterima Okezone, Senin (21/2011).

Wakil Presiden LPI Avian Tumengkol sesaat sebelum meninggalkan bandara Minangkabau menuju ke Medan, berharap semua pihak di Sumbar terlibat dalam mensukseskan tim ini. Dijelaskannya, Liga Primer milik masyarakat dan Minangkabau FC adalah kebanggaan lokal di LPI.

"Saya berharap terbangun suatu kebersamaan yang kuat diantara warga Minang untuk bersatu mendukung Minangkabau. Tidak hanya pejabat setempat, tapi media dan suporter juga menjadi bagian penting. Semoga ke depan kita semua bisa bersatu untuk mendukung Minangkabau FC," jelas Avian.

Selain dukungan pihak pemerintah daerah, Avian mengungkapkan pihaknya akan membentuk komunitas LPI di Sumbar yang terdiri dari Aliansi Media LPI, Aliansi Suporter LPI, Aliansi UKM LPI dan Aliansi Pelajar dan Mahasiswa LPI. "Ini komunitas LPI akan kita bentuk bersama. Semua masuk dalam komunitas sehingga menjadi bagian dari Keluarga Besar LPI," Avian menerangkan.

Persema Pertahankan Posisi Puncak LPI

BOGOR – Persema Malang berhasil mempertahankan posisi puncak klasemen Liga Primer Indonesia (LPI). Prestasi diraih berkat mengalahkan Bogor Raya 2-1.

Dengan hasil ini, maka Persema berhasil mempertahankan posisi puncak LPI 2010/2011. Skuad besutan Timo Schuneman berhasil mengoleksi 16 poin. Persema unggul tiga angka dari Persebaya 1927 yang ada di peringkat kedua.

Bogor Raya yang bertanding di Stadion Persikabo, Minggu (20/2/2011) sore WIB, langsung tampil menyerang sejak menit awal. Hasilnya, tim tuan rumah mendapatkan peluang untuk mendapatkan gol lewat penalti.

Tim tuan rumah menunjuk Oscar Allegre sebagai eksekutor. Sayang, tendangannya menyamping di sisi gawang.Persema, Sukasto Efendi. Para penonton tuan rumah harus kecewa dengan gagalnya bola masuk.

Mendapatkan tekanan, tidak membuat Persema panik. Tim asal Malang ini memperlihatkan kematangan. Terbukti, menit 26, Laskar Ken Arok berhasil unggul 1-0 lewat gol pemain andalan Irfan Bachdim. 1-0 Persema memimpin.

Bogor Raya kembali mendapatkan peluang di babak kedua. Sayang, tendangan bebas pemain asing Luciano berhasil ditepis Sukasto. Praktis, gawang Persema kembali selamat dari kebobolan untuk kedua kalinya.

Irfan benar-benar memperlihatkan kelasnya di laga ini. Menit 70, penyerang keturunan Indonesia-Belanda mencetak gol kedua untuk Persema. Tendangannya tidak mampu dijangkau kiper lawan. Skor berubah menjadi 2-0.

Usaha Bogor Raya untuk mencetak gol tercipta juga lewat Luciano. Tandukannya tidak mampu dihentikan kiper Sukasto. Sayang, skor 2-1 untuk kemenangan Persema bertahan hingga pertandingan berakhir.

Bandung FC Cocok Pakai Formasi 4-4-2

BANDUNG – Skuad Bandung FC mulai menerapkan formasi 4-4-2. CEO Bandung Indonesia Goalsport Mohamad Kusnaeni mengaku formasi itu cocok untuk Laskar Siliwangi.

Kusnaeni melihat hasil pertandingan kontra PSM Makassar dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia, di Stadion Siliwangi, Sabtu (19/2/2011), sebagai perubahan baru dalam tim. Menurutnya, BFC lebih cocok menggunakan 4-4-2 ketimbang 3-5-2.

"Kita sudah bicara sama tim pelatih dan kelihatannya kita lebih cocok pakai formasi 4-4-2, dibanding 3-5-2," kata Kusnaeni kepada wartawan, Minggu (20/2/2011).

Pada laga keenam Bandung FC, pola penyerangan maupun bertahan yang dilakukan Yaris Riyadi dan kawan-kawan dinilai berjalan cukup baik. Sehingga, lebih lanjut Kusnaeni mengatakan, formasi 4-4-2 akan diterapkan untuk pertandingan-pertandingan Laskar Siliwangi ke depan.

Saat menerapkan formasi terdahulu yakni mengandalkan tiga pemain di belakang, Bandung FC menelan lima kali kekalahan beruntun. Hal itu pula yang mengakibatkan posisi Bandung FC terdampar di dasar klasemen Liga Primer Indonesia (LPI).

Untuk pertama kalinya Bandung FC memakai formasi yang dinilai sudah dipakai di hampir smeua tim peserta LPI. Skuad besutan Nandar Iskandar akhirnya berhasil mendapat satu poin penting saat menjamu PSM Makassar yang berakhir dengan skor 1-1. "Pertahanan kami jelas jadi lebih kuat dan kerjasama tim lebih terlihat," jelasnya.

Dia menilai, raihan satu poin melawan klub yang memiliki sejarah sepakbola yang kuat patut disyukuri. "Sesuai target di awal, kami memang menargetkan hasil imbang di pertandingan lawan PSM. Karena PSM merupakan lawan berat dengan kualitas yang cukup baik," tandasnya.

Medan Chief Bungkam Atjeh United

BANDA ACEH – Atjeh United gagal memenuhi ambisinya meraih poin penuh di kandang setelah takluk 1-0 dari Medan Chief. Striker Medan Chief, Febrianto Wijaya berhasil mempermalukan tuan rumah usai melesakkan gol semata wayangnya di injury time.

Dalam laga berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh, Minggu (20/2/2011) sore, Febrianto pantas menjadi pahlawan bagi timnya.

Masuk sebagai pemain pengganti lima menit jelang berakhirnya pertandingan, kekasih artis yang juga mantan personel Ratu, Pinkan Mambo itu menjadi satu-satunya pencetak gol dalam laga tersebut.

Kedua tim yang sama-sama mengusung target poin penuh, membuat laga berlangsung keras sejak babak pertama. Meski bermain di kandang lawan, Medan Chief tetap bermain menyerang.

Kedua tim memiliki sejumlah peluang di babak pertama, namun semua gagal berbuah gol. Atjeh United sendiri tercatat punya tiga kali peluang emas, namun buruknya penyelesaian akhir membuat skor 0-0 tak berubah hingga turun minum.

Di babak kedua tensi permainan kedua tim meningkat. Menit ke 49, striker anyar Atjeh United, Alvin Tehau nyaris membuka kebuntuan. Tendangan kerasnya di kotak penalty masih terbentur punggung pemain lawan yang berada di depan gawang, membantu kiper.

Laga makin panas, setelah wasit mengusir pelatih Medan Chief, Jorg Peter 15 menit berjalan babak kedua. Wasit Fiator Ambarita mengusir Peter keluar lapangan karena memprotes kebijakannya mengkartu kuningkan pemain bertahan Medan Chief, Risman karena menekel pemain lawan.

Inisiatif Medan Chief menarik keluar Majid kemudian memasukkan Febriyanto dimenit 85 ternyata berbuah hasil. Pemain asal Sulawesi Barat itu akhirnya mampu melesakkan gol lewat akselarinya di sudut kotak penalty pada menit 91.

Tendangan cantiknya gagal dihalau kiper Atjeh United Rio Suhada, sekaligus membungkan sesumbarnya tuan rumah. Laga diwarnai tujuh kartu kuning, yakni empat untuk Atjeh United dan tiga untuk tim tamu berakhir dengan skor 1-0 untuk Medan Chief.

Pelatih Medan Chief, Jorg Peter mengaku sangat puas dengan penampilan timnya hari ini. “Anak-anak sudah bermain bagus,” ujar dia.

Sementara pelatih Atjeh United, Lionel Charbornnier mengatakan, timnya tampil di bawah standar hari ini. “Kita banyak mendapatkan peluang sepanjang permainan tetapi tidak mampu diselesaikan maksimal,” kata dia.

“Saat bermain di Manado kemarin, anak-anak bisa bermain maksimal, tetapi hari ini mereka tampil di bawah standar,” tambahnya.

Lionel mengatakan timnya akan terus memperbaiki sejumlah kelemahan yang dimiliki sekarang, khususnya pada segi kurang solidnya pemain di lapangan. “Sangat sulit dalam waktu yang sangat singkat menjadikan tim ini seperti Real Madrid atau Manchaster United, tetapi kita akan terus berupaya untuk yang terbaik bagi tim,” sebut dia

Jakarta 1928 Permalukan Bintang Medan di Kandang

MEDAN - Bintang Medan FC terpaksa harus menelan kekalahan saat menjamu Jakarta 1928 FC dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) 2011. Klub Medan tersebut harus bertekuk lutut dengan skor 1-0 di kandangnya sendiri di Stadion Teladan, Medan, Minggu (20/2/2011) sore tadi.

Striker andalan Jakarta 1928 FC, Emmanuel De Porras menjadi bintang lapangan dalam pertandingan tersebut. Pemain asal Argentina itu berhasil menyarangkan gol kemenangan Jakarta 1928 ke gawang Bintang Medan yang dijaga kiper Decky Ardian, yang terkecoh dengan arah bola tersebut.

Sebenarnya, Bintang Medan sempat menguasai pertandingan pada 20 menit awal babak pertama. Duet striker Yoseph Ostanika dan Ahn Hyo-yeon tercatat mendapat tiga peluang yang gagal berbuah gol. Salah satunya sundulan Ahn yang tepat di depan mulut gawang. Namun gagal menjadi gol karena masih melebar di sisi tiang gawang.

Kemudian, Jakarta 1928 membalas melalui serangan yang dilancarkan De Porras. Sayangnya, libero asing Bintang Medan Amine Kammoun menjatuhkan De Porras, dan hanya berbuah tendangan bebas yang diambil oleh Gustavo Hernan Ortiz, gelandang Jakarta 1928 asal Argentina.

De Porras sendiri memang dijaga ketat oleh Amine yang juga bermain bagus dalam pertandingan tersebut. Beberapa kali pemain yang pernah merumput di Persija Jakarta dan PSIS Semarang bersama Ortiz itu dijatuhkan oleh bek Bintang Medan. Praktis hanya Ortiz yang bisa bergerak leluasa.

Menjelang turun minum, gelandang sayap Bintang Medan Rachmat Dwi Adi terpaksa ditandu keluar lapangan. Pemain bernomor punggung 8 itu memang sudah beberapa kali mengeluhkan sakit pada kakinya akibat di-tackling pemain lawan. Skor kacamata tetap bertahan hingga istirahat babak pertama.

Memasuki babak kedua, Bintang Medan yang sebelumnya tidak bisa menurunkan striker Cosmin Vancea dan kapten tim Syamsul Bahri, kembali didera cidera. Kali ini giliran Amine, yang dalam pertandingan tersebut dipercaya sebagai kapten tim. Bek asal Tunisia itu mengalami cidera lutut setelah kontak fisik dengan De Porras.

Tak lama berselang, De Porras berhasil menyarangkan bola ke gawang Bintang Medan pada menit 49. Skor berubah 1-0 untuk Jakarta 1928. Sejak Amine ditarik keluar karena cidera, pertahanan Bintang Medan memang mulai bolong. Tim lawan pun terus membombardir pertahanan Bintang Medan, hingga Decky terpaksa berjibaku menyelamatkan gawangnya.

Hingga menjelang lima menit sebelum bubaran, tim berjuluk Soldier Kinantan terus berusaha mengejar angka. Namun, beberapa peluang yang diciptakan Gaston Salasiwa, pemain anyar Bintang Medan keturunan Indonesia-Belanda tetap gagal dikonversikan menjadi gol oleh para penyerang. Hingga peluit panjang ditiup wasit, skor 1-0 untuk kemenangan Jakarta 1928 tetap tidak berubah.

Gubernur Sumbar: Pakai Dana APBD Rugi Kita

PADANG – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno tidak setuju memakai uang Negara dari APBD untuk olahraga sepakbola. Menurutnya, dana APBD itu masih ada keperluan lain yang lebih mendesak terutama untuk kesejaterahan rakyat.

“Saya sangat mendukung olahraga sepak bola, namun alangkah baiknya kalau olahraga bola kaki ini tidak memakai dana APBD, karena kalau saya nilai itu rugi kita, lebih baik untuk kesejaterahan rakyat yang masih sangat dibutuhkan,” ujarnya saat menyaksikan laga Minangkabau FC dengan Solo FC di Gor H Agus Salim Padang, Minggu (20/2/2011).

Menurutnya dengan adanya LPI ini betul-betul tidak memakai APBD, mereka hanya memakai dana dari pihak ketiga atau sponsor. “Itu akan lebih bagus, seperti di negara Eropa lainnya mereka tidak memakai uang rakyat,” katanya.

Dengan adanya pihak ketiga ini bisa memacu kemajuan olahraga terutama bola kaki. Saat ditanya perbandingan LPI dan LSI Irwan tidak enggan mengomentari. “Keduanya lebih baik, kita tidak akan memperbedakan pertandingan ini, yang penting sportifitas, tapi ingat jangan pakai APBD,” katanya.

Kedatangan Gubernur Sumatera Barat menyaksikan laga Minangkabau FC dengan Solo FC pada menit ke-41 ini memberikan semangat untuk Minangkabau FC di LPI.

“Saya datang kesini atas janji saya kepada rekan-rekan semua, sebagai bentuk dukungan saya kepada Minangkabau FC, saya memberikan semangat untuk mereka agar Minangkabau FC bisa mengusung nama Sumatera Barat ke ajang Nasional,” katanya.

Bintang Medan FC Andalkan Pemain Keturunan

Kamis, 17 Februari 2011

MEDAN - Pemain keturunan yang memperkuat Bintang Medan FC, Gaston Salasiwa mengaku masih bermasalah dengan cuaca di Indonesia, khususnya di Medan, Sumatera Utara. Apalagi, pemain berdarah Maluku ini terbiasa dengan cuaca dingin di Belanda.

"Cuaca di sini terlalu panas. Saya masih belum terbiasa. Di Belanda kami bermain dengan cuaca yang tidak terlalu panas," keluh Gaston saat ditemui Okezone usai latihan bersama timnya di Medan, Kamis (17/2) sore.

Pemain berusia 24 tahun ini memang baru saja tiba dua minggu yang lalu di Indonesia, tepatnya pada 5 Februari lalu. Sehingga, ia belum mampu beradaptasi dengan cuaca. Kondisi ini juga mempengaruhi kondisi fisik Gaston sehingga belum menunjukkan performa yang maksimal.

Gaston baru mendapat kepercayaan selama 10 menit sebagai pemain cadangan dalam partai derby Sumut saat melawan Medan Chiefs di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Minggu (13/2) lalu. Sedangkan di pertandingan sebelumnya saat menjamu Manado United, ia sama sekali belum diturunkan.

"Kondisi fisik saya saat ini baru mencapai 70 persen. Cuaca memang menjadi masalah utama saya sekarang. Tapi, saya yakin akan dipercaya bermain penuh pada pertandingan minggu ini," pungkas pria yang bermain di posisi gelandang sayap itu.

Pelatih Bintang Medan Michael Feichtenbeiner sendiri sama sekali tidak meragukan kemampuan Gaston. Karena, selama latihan, Gaston dapat menunjukkan performanya dan bisa menarik perhatian pelatih berkebangsaan Jerman itu. Makanya, Gaston sempat diturunkan dalam pertandingan terakhir mereka, meskipun hanya sebagai pemain pengganti.

Sementara itu, Gaston sangat senang bisa mendapatkan kesempatan bermain di negeri leluhurnya. "Sepakbola di sini bagus. Begitu ditawari untuk bermain di sini, saya setuju karena saya memang ingin bermain di sini," ucapnya lagi.

Sebelumnya, pemain kidal ini bermain di Telstar, klub Divisi 2 Liga Belanda. Selain itu, ia juga pernah mencicipi skuad junior Ajax Amsterdam bersama Irfan Bachdim, striker Persema Malang, dan Az Alkmaar selama tujuh tahun sebelum bergabung dengan Telstar.

Aji Nurpijal Memperkuat Bandung FC

BANDUNG – Aji Nurpijal mengikuti seleksi bersama Bandung FC. Pengurus BFC mengaku tidak lagi khawatir atas lini belakang skuad Laskar Siliwangi itu.
Kemarin, Nurpijal mengikuti seleksi di Lapangan Dinas Jasmani Cimahi, Kamis (17/2/2011 ). Kehadiran pemain berpengalaman ini diharapkan bisa menjadi garansi pertahanan BFC.

"Dari sisi performa, Aji tidak diragukan lagi. Dia bisa menempati banyak posisi di lini belakang seperti stopper, bek kanan dan bek kiri," kata CEO Bandung Indonesia Goalsports Mohamad Kusnaeni kepada wartawan. Mantan pemain Persib Bandung itu pernah membela klub PSIS Semarang dan Persijap.

"Di Persijap dia bermain dua tahun dan selalu menjadi pemain inti. Aji bisa menjawab kebutuhan beberapa posisi di lini belakang Bandung FC," ungkap Kusnaeni. Kendati demikian, Kusnaeni menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pelatih Nandar Iskandar atas dipakainya jasa pemain 29 tahun tersebut.

"Pelatih yang menentukan apakah posisinya memang dibutuhkan tim. Saat ini, yang jelas kita mengubah formasi baku dari 3-5-2 menjadi empat bek di belakang. Sehingga, butuh satu pemain lagi untuk mengisi kekosongan itu," jelas Kusnaeni.

Dia mengaku, jika Aji dianggap layak memenuhi kebutuhan tim maka akan langsung teken kontrak. "Kalau pelatih mengatakan setuju, dia bisa langsung di kontrak besok. Belum tentu juga dia diturunkan lawan PSM Sabtu (17/2/2011) ini," ujarnya.

Selain membidik Aji, Kusnaeni mengaku masih menunggu dua pemain lagi yang akan mengikuti seleksi. "Kita lihat dulu Aji apakah memang layak di tim ini. Kita masih punya dua nama lain tapi semuanya diputuskan malam ini," tandasnya. (140211)

Shahril Ishak dan Baihakki Khaizan Lanjutkan Tugas di Medan Chief

SINGAPURA – Liga Primer Indonesia (LPI) terus diminati sejumlah pemain asing. Dua punggawa Timnas Singapura Shahril Ishak dan bek Baihakki Khaizan disebut-sebut bakal bergabung ke Medan Chief. Keduanya resmi dilepas klub Liga Super Indonesia (LSI), Persib Bandung, dan rencananya bakal bergabung dengan Medan Chief. Ancaman sanksi dari Asosiasi Sepakbola Singapura (FAS) tampaknya tak membuat kedua pemain tersebut gentar. Karena LPI dianggap ilegal dan melanggar statuta PSSI, nasib Baihakki dan Shahril di Timnas Singapura terancam. “Berdasarkan statuta FIFA, FAS hanya akan mengakui liga yang masuk dalam anggota FIFA. Untuk kasus ini FAS akan menyurati PSSI untuk mencari informasi lebih jauh soal liga baru ini,” demikian pernyataan ofisial FAS Isaac Christian, seperti dilansir Reuters, Rabu (16/2/2011). “Kami juga akan meminta masukan FIFA sebelum mengambil keputusan,” lanjut Christian. Sebelumnya duo punggawa Filipina, James Younghusband dan Phil Younghhusband juga dikabarkan akan bergabung dengan Jakarta 1928. Konon, Younghusband bersaudara bakal bergabung di LPI pada Maret mendatang. Klub LPI lainnya, Bandung FC, juga sukses mendatangkan Marque player, Lee Hendrie beberapa waktu lalu. Juru bicara LPI Abi Hasantoso mengamini rumor yang beredar belakangan ini. “Kami akan senang jika mereka datang. Mereka pemain dengan skill dan determinasi tinggi serta tulang punggung timnas,” tegas Abi. “Kami berharap mereka bisa membantu tim barunya agar bisa bersaing dengan tim LPI lain. Fans sepakbola Indonesia sangat mengenal mereka dan ini kabar bagus untuk LPI dan sepakbola kami,” pungkasnya. _140211_

Bandung FC Waspadai Andi Oddang

BANDUNG - Lini pertahanan Bandung FC kembali diuji saat menjamu PSM Makasar, Sabtu (19/2/2011). Kerap menjadi sorotan, pelatih Bandung FC Nandar Iskandar akan menyiapkan pemain untuk mewaspadi striker PSM Andi Oddang.

Mengingat lawan yang dihadapi merupakan tim kuat di Liga Primer Indonesia (LPI), Nandar menginstruksikan Nuralim dan kawan-kawna agar mematikan langkah Oddang. “Pemain dari sektor tengah dan belakang harus mengantisipasi pergerakan dia (Andi Oddang, red). Kita sudah menyusun bagaimana untuk memeperbaiki lini pertahanan,” kata Nandar, Kamis (17/2/2011).

Hingga laga kelima, Bandung FC belum sekali pun berhasil memenangkan laga. Bandung FC baru berhasil mencetak empat gol, namun kebobolan sepuluh gol. Karena itu, Laskar Siliwangi berada di dasar klasemen.

Nandar mengakui kapten PSM tersebut memiliki akselerasi yang menawan di lini depan. “Oddang merupakakan pemain yang mudah berada di suatu tempat ke tempat yang lain. Dia akan berpindah-pindah di lapangan. Untuk itu pemain bertahan kita harus bekerja ekstra mengantisipasi pergerakannya,” tegasnya.

Pemain berusia 33 tahun ini bukan tanpa sebab untuk diawasi pasukan Laskar Silwiangi di Stadion Silwangi akhir pekan nanti. Oddang dan kawan-kawan memiliki misi untuk meraih poin penuh, sebab posisi PSM yang masih belum stabil mengingat baru meraih satu kemenangan, dua kali seri serta satu kekalahan.

Meski demikian, PSM tidak akan diperkuat pengatur serangan, Srecko Mitrovic, akibat hukuman kartu merah. Kehadiran pemain bintang asal Belanda, Richard Knopper sebagai pengatur serangan juga patut diwaspadai Bandung FC. Knopper tercatat sebagai pencetak gol saat PSM ditahan imbang Batavia Union beberapa waktu lalu.

Di lini pertahanan, Bandung FC masih mempercayai Nuralim, Michael Ndubuisi dan Yuho Prasetyo. Aji Nurpijal yang baru saja bergabung belum bisa diturunkan karena masih dalam pantauan. “Saya masih memantau dia. Diturunkan atau tidak, tergantung apakah dia siap untuk bermain pada formasi baru,” kata Nandar

Eks Bayern Munich Bakal Perkuat Persebaya 1927

SURABAYA - Satu lagi pemain dunia yang bakal memperkuat Persebaya 1927. Pemain yang bakal memperkuat skuad Bajol Ijo -julukan Persebaya- adalah Alexander Zickler, striker milik klub Jerman LASK Linz.

Pemain yang berlaga di Bundesliga dan sempar berseragam Bayern Munich ini didatangkan ke markas Persebaya 1927 oleh Konsorsium Liga Premier Indonesia (LPI) sebagai Marquee Player.

"Zickler hampir pasti akan menjadi bagian dari Persebaya 1927 dan kami masih menunggu kepastian konsorsium," kata Ram Surahman, Media Officer Persebaya 1927 kepada Okezone, Kamis (17/2/2011).

Sebelumnya, Konsorsium LPI ini sempat berencana mendatangkan Roy Makkay (Belanda) dan Diego Tristan (Spanyol). Sedangkan yang bisa dipastikan untuk Persebaya 1927 adalah Alexander Zicker.

Tak hanya Persebaya saja yang mendapatkan jatah Marquee Player. Sejumlah tim yang berada di LPI mendapatkan jatah yang sama. Seperti Semarang United diberi Amancio Fortes (mantan pemain Manchester United U-17), kemudian Manado United mendapat jatah mantan gelandang bertahan tim nasional Brasil Amaral, yang bernama lengkap Alexandre Da Silva Mariano. Bandung FC juga sudah mendatangkan Lee Hendri, mantan pemain Timnas Inggris yang pernah memperkuat klub Premier League Aston Villa.

"Intinya Marquee Player ini ditangkan untuk meningkatkan atmosfer sepakbola di Indonesia agar lebih maju," ujar Ram.

Konsep mendatangkan Marquee Player ini, lanjutnya, seperti yang terjadi di Australia dan Amerika. Di mana negara tersebut sepakbolanya menjadi maju setelah mendatangkan beberapa pemain kelas dunia. _140211_

Kurniawan Perkuat Tangerang Wolves

MEDAN – Mantan penyerang Tim Nasional Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto dipastikan akan berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) 2011 bersama Tangerang Wolves. Pemain yang akrab disapa Kurus tersebut sebelum memperkuat PSMS Medan di Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011.
"Kurniawan sudah resmi tidak bersama PSMS lagi. Dia pindah ke klub LPI, Tangerang Wolves. Soal biaya transfernya, manajemen yang tahu," tutur Pelatih PSMS Medan Suharto saat ditemui di Stadion Teladan, Medan, Rabu (16/2) sore.

Menurut kabar yang beredar di kalangan wartawan, Kurniawan pindah ke Tangerang Wolves dengan nilai transfer sekitar Rp 500 juta. Penyerang yang pernah bermain bersama klub Liga Italia Sampdoria dan FC Luzern (Swiss) itu akan memperkuat klub asal Tangerang tersebut hingga akhir musim kompetisi.

Pemain asal Malang ini sendiri sebenarnya sudah sempat diisukan akan didepak oleh manajemen PSMS Medan menjelang akhir putaran pertama Divisi Utama. Saat itu, Kurniawan dibangkucadangkan oleh pelatih Suharto dalam dua laga beruntun di Aceh.

Namun, Kurniawan kembali masuk line-up saat PSMS Medan menjamu Persita Tangerang di Stadion Teladan dalam partai terakhir putaran pertama. Bahkan, saat itu ia juga mencetak satu gol untuk kemenangan PSMS Medan dengan skor 2-1 dan mengantarkan tim berjuluk Ayam Kinantan itu ke posisi empat besar klasemen sementara.

Sayangnya, Kurniawan tetap saja harus menerima keputusan manajemen PSMS Medan yang melakukan perombakan skuad pada jeda putaran pertama ini. Ia dicoret bersama tiga pemain lainnya, yakni Hary Syahputra, Azuan Lubis dan gelandang asal Argentina Jose Sebastian. Hary yang juga merupakan mantan pemain Timnas Indonesia memilih keluar dengan cara mengundurkan diri.

"Ini kita lakukan untuk memperbaiki prestasi tim di putaran kedua. Kita sudah menyiapkan beberapa nama untuk direkrut menjelang putara kedua. Saat ini, mereka masih sedang diseleksi," tambah Suharto.

Membelot ke LPI, PSSI Cabut Sertifikat 17 Wasit

JAKARTA – PSSI menindak tegas oknum perangkat pertandingan yang dianggap membelot dengan terlibat langsung dalam kegiatan Liga Primer Indonesia. Sejauh ini sudah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sudah memberikan sanksi kepada 17 wasit dangan cara mencabut lisensi sebagai wasit nasional C-1, C-2 dan C-3. Mereka juga dilarang untuk terlibat dalam kompetisi yang masih berada di bawah naungan PSSI. "Bagaimana mereka (LPI) mengklaim pertandingannya profesional kalau yang memimpin pertandingan itu sendiri adalah wasit yang sudah kita cabut sertifikatnya?” ujar Direktur Perwasitan PSSI, Bambang Irianto. ”Mereka membodohi masyarakat saja. Pecinta sepakbola nasional sudah cerdas untuk memahami hal ini," tegasnya seperti dilansir situs resmi PSSI, Selasa (15/2/2011). PSSI sendiri menyatakan langkah tersebut sudah mendapat persetujuan FIFA. Sebelumnya, organisasi yang dipimpin oleh Nurdin Halid ini mengklaim telah mendapat surat resmi dari otoritas sepakbola dunia untuk menindak semua pihak yang ikut terlibat di LPI. Berikut daftar nama perangkat pertandingan yang sudah dicabut sertifikatnya dan tidak diperkenankan beraktivitas dalam kompetisi PSSI seumur hidup: PP : Mujito (Surabaya), Ali (Magelang), Setyo Waluyo (Jakaarta), Ahmadi (Semarang), Karyanto Suyono (Jakarta), Ahmadi (Semarang), Abdul Syukur (Surabaya), Madenuh (Semarang), Tukimin, Ahamdi (Semarang), Ali Mustafa (Bali). Wasit : Fiator Ambarita (Bandung), Mukhlis Ali Fathoni (Kendal), Taufiq (Bali), Winarno Bachtiar (Mojokerto), Suryadi (DKI), R.A Mas Agus (Surabaya), A. Sukamdi (Nganjuk), Rudiyansah (Tangerang), Muklisin (Semarang), Agus Winardi (Malang), Khalid (Aceh), Sunaryo Joko (Jember), Akhyar (Pasuruan). Asisten wasit : Sukri AR (Aceh), Nurhasan (Jakarta), Tavip Dwi (DIY), Agus Margunaji (Sleman), Waskito Bekti (Semarang), I Made Mudite (Bali), Azis (Mojokerto), Bahrudin (Magelang), Muhadi (Langsa), Odik (Bekasi), Edi Suprapto (Gresik), Samsul Huda (Mojokerto), Suwarto (Solo), Fatirohman (Banjarnegara), Suroso (Tulungagung), Haris, Deni (Solo), Dede Sarifudin (Jakarta), Mapram (Makassar), Ferianto (Medan), Johanis Joni (Manado), Sopuan (Semarang), Catur, Odik, Sony Alesandro (Semarang). _140211_

SK WNI Kim Ditahan NH, Timo Lapor Presiden

JAKARTA – Pelatih Persema Malang, Timo Scheunemann siap melaporkan ketua umum PSSI, Nurdin Halid kepada Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono atas tudingan telah sengaja menahan SK WNI pemainnya, Kim Jeffery Kurniawan. Hal tersebut disampaikan oleh Timo melalui tulisan di akun Twitter-nya, @coachtimo pada Selasa (16/2/2011): “Saya masih lemas, Irfan bisa main 1 babak, Kim dan Saya ketemu SBY Senin, Sekalian saya lapor soal SK WNI Kim yg ditahan NH,” tulis Timo yang beberapa waktu lalu diberitakan masuk rumah sakit karena menderita demam tinggi. Kim dikabarkan sudah resmi menjadi WNI sejak 6 Desember 2010 silam. Awalnya, dia merupakan bagian dari proyek Naturalisasi pemain PSSI. Namun seiring waktu berjalan, pemain 20 tahun justru mengikuti jejak Irfan Bachdim tampil di Liga Primer Indonesia (LPI) yang dianggap PSSI kompetisi ilegal. Timo kemudian menjelaskan bahwa sebelumnya SK WNI tersebut sudah berada di tangan Badan Tim Nasional (BTN), lalu diserahkan kepada Nurdin Halid untuk kemudian diberikan kepada Kim langsung. Sayang, hingga kini yang bersangkutan belum menerimanya. “SK WNI Kim kabarnya dikasih BTN ke NH untuk diserahkan ke Kim tapi keburu Kim ke LPI ..anyway, ini sudah melanggar HAM. Kasihan Kim,” tulis Timo lagi. _140211_

Bandung FC Siapkan Formasi Baru

BANDUNG - Bandung FC mengalami krisis setelah pada lima laga gagal meraih satupun kemenangan. Kekalahan beruntun tersebut membuat rasa percaya diri pemain menurun. Untuk berada di papan tengah Liga Primer Indonesia (LPI) pun semakin terasa berat karena akhir pekan ini harus menjamu PSM Makasar yang berstatus tim kuat.

“Saya bertemu lagi dengan situasi yang sama. Sudah saya lakukan terus agar tim ini bisa keluar dari kekalahan,” kata pelatih Bandung FC Nandar Iskandar menanggapi hasil negatif di awal musim LPI. Ditemui usai memimpin latihan pagi di Lapangan PPI Bandung, Selasa (16/2/2011), Nandar mengakui kekalahan pada lima pertandingan karena lawan yang dihadapi cukup berat.

Lima tim yang sudah dihadapi Bandung FC yakni Persebaya 1927, Persibo Bojonegoro, Solo FC, Persema Malang dan Batavia Union. Hasilnya, Bandung FC hanya bisa memasukan 4 gol dan kemasukan 10 gol. Meski demikian, lawan yang dihadapi cukup wajar mengingat tim yang dihadapi merupakan tim berpengalaman.

Menanggapi hasil yang diraih pasukannya, Nandar menekankan agar para pemain dapat mengubah sikap. “Kita harus mengubah sikap. Salah satunya dengan disiplin. Hasil analisa menunjukan bahwa kita selalu kecolongan di babak kedua. Ini yang akan kita benahi,” tegasnya.

“Kali ini pimpinan memberikan petunjuk untuk melakukan perombakan. Saya sedang pertimbangkan apakah akan menurunkan empat bek di lini belakang yang saat ini masih menjadi kendala,” tutur Nandar. Bandung FC memang belum mematenkan formasi 3-5-2 dimana tiga pemain bertahan harus menerima gempuran lawan.

Dikatakan Nandar, pada pertandingan ke-enam, Bandung FC akan mencoba mengubah formasi baru dengan empat pemain di posisi pertahanan. Hal ini memicu Bandung FC untuk merekrut satu pemain mengingat jumlah pemain 24 dari kuota 25 pemain.

“Jangan sampai ada penambahan tapi tidak ada perubahan. Posisi kita saat ini krisis dalam arti prestasi. Saya berharap pemain yang baru memiliki visi bermain,” ungkapnya. Meski demikian, Nandar mengaku kesulutian untuk mendapat pemain berkualitas saat ini.

Terkait hasil yang diraih usia menjamu PSM nanti, Nandar akan menentukan strategi dan formasi yang baru ini untuk dipertahankan atau hanya dijadikan coba-coba. _140211_

Template by : kendhin x-template.blogspot.com