Pemain Premier League Indonesia (LPI) Liburan

Rabu, 23 Maret 2011

BANDUNG – Pemain bintang Bandung FC Lee Hendrie pulang ke negerinya Inggris. Bersama pemain asing asal Korea Selatan Kim Sang Duk, yang juga berlibur karena pertandingan baru digelar 26 Maret mendatang. Keduanya juga tidak akan ikut dalam uji coba Bandung FC di Purwakarta, Kamis ini (17/3/2011).

Kondisi demikian dimanfaatkan Laskar Siliwangi, julukan Bandung FC untuk mengoptimakan potensi pemain lokal lokal. Kemampuan mereka akan dipantau saat melakukan program try out pertama di Purwakarta menghadapi PS BTN dalam laga uji coba yang akan digelar di Stadion Purnawarman, Purwakarta.

Sementara, Javad Moradi (Irak), Perry N Sommah (Liberia) dan Michel Ndbuisi (Nigeria), belum muncul dalam latihan yang digelar di Pusdikjas, Cimahi Rabu (16/3/2011).

Menurut Wakil Manajer Bandung FC Fajar Syahbana, tanpa Lee Hendrie dan Kim Sang Duk yang sedang pulang ke negerinya, uji coba tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan para pemain lokal yang belum pernah diturunkan sejak kompetisi dimulai.

"Jajaran pelatih akan fokus pada para pemain yang sering duduk di bangku cadangan. Pada try out yang pertama nanti akan menjadi kesempatan kita terutama pelatih untuk melihat potensi itu. Sayang, kalau mereka kita simpan terus," ungkap Fajar kepada wartawan.

Pada kesempatan latihan pertama pasca liburan hari ini, para pemain diinstruksikan Budiman Yunus sebagai persiapan untuk uji coba Kamis sore ini. Budiman yang menggantikan Nandar Iskandar berharap dapat mengasah kemapuan para punggawa lokalnya.

”Hari ini kita siapkan para pemain lokal untuk kita turunkan dalam uji coba nanti. Program ini sebagai pengisi ketika para pemain asing kita tengah pulang ke negerinya masing-masing. Harapan kami, semoga saja uji coba yang kita lakukan menjadi bekal kita menghadapi pertandingan berikutnya," jelasnya.

Tim akan berangkat ke Purwakarta besok siang. Usai uji coba tim akan kembali ke Bandung dan kembali berlatih sambil menunggu lawan tanding berikutnya.

"Selama kita libur uji coba akan kita lakukan untuk memberikan jam terbang kepada pemain lokal kita. Ini sangat penting mengingat tim butuh jam terbang dengan melawan dengan tim yang sepadan," tambahnya.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Medan Chief Siap Gebuk PSM

MAKASSAR – Medan Chief memastikan tampil full tim saat laga tandang di Stadion Mattaonging, Makassar, Sabtu (12/3/2011). Mereka menargetkan menang melawan PSM Makassar dalam kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI).

"Kami punya modal yang sangat bagus. Kami telah mengalahkan Manado United dalam laga tandang sebelumnya," ujar Pelatih Medan Chief Jorge Streinbruner saat ditemui di Stadion Mattoanging dalam uji lapangan Jum'at (11/3/2011).

Sementara itu, Kapten tim Medan Chief Syahrir Ishak mengakui hal serupa. Menurutnya, kondisi para pemain sangat bagus sejak menang di Manado. "Berkat kemenangan away di Manado.Kami akan berusaha maksimal mendapatkan poin disini," pungkas pemain timnas Singapura tersebut.

Delapan pemain asing Medan Chief dipastikan bergabung dalam laga di Makassar.Tiga lainnya merupakan pemain naturalisasi asal Belanda. Mereka adalah Bryan, Dane dan Fred.
 Dua diantaranya adalah pemain timnas Singapura.

Mereka adalah Syahrir Ishak dan Baihaki Khaizan. Sisanya Abdel Hadi (Maroko), gelandang Kevin (Perancis), dan stopper Luis Eduardo (Chile).  Medan Chief sudah membuktikan ketangguhannya. Tim ini berada di urutan ketiga LPI dengan 14 poin.

Dari tujuh kali pertandingan, sudah empat kali menang, dua kali seri, dan satu kali kalah.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Steve Pantelidis "Superhero" Bintang Medan

MEDAN - Bek Bintang Medan FC, Amin Kamoune, dinyatakan tidak akan bermain selama 6 pekan. Karena itu, Tim asal Medan yang berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) mendatangkan gelandang bertahan asal Yunani asal A-League Australia, Steve Pantelidis.

Pantelidis dikenal sebagai pemain yang kuat dan agresif, tidak hanya di posisi gelandang namun juga piawai di posisi sayap.

Setibanya di Medan, Pantelidis menyiratkan keyakinan dirinya dapat memberi kontribusi besar bagi Bintang Medan. "Pengalaman bermain saya selama merumput kurang lebih 10 tahun di Australia, semoga dapat menginspirasi kemenangan Bintang Medan di pentas LPI," katanya.

Pantelidis menjelaskan, pelatih Michael Feichtenbeiner memanggilnya untuk memperkuat lini pertahanan selain membantu serangan-serangan dari sayap. "Selain empat posisi bek belakang, saya juga dapat bermain sebagai gelandang bertahan dan sayap," katanya.

Sementara menurut asisten pelatih Bintang Medan, Robert Roelofsen, mengatakan hadirnya pemain multi-talenta itu akan sangat menguntungkan. Pria asal Belanda ini juga menyayangkan cedera yang dialami Amin.

"Klub juga kesulitan melapis rentannya barisan belakang pasca cederanya Amin (Kamoune). Jadi untuk sementara, Pentalidis akan mengisi posisi Amin karena kita perlu memperkuat lini pertahanan untuk  memastikan kemenangan bagi tim kami," jelas Roelofsen.

"Kehadiran Pantelidis akan menjadi tembok kokoh baru bagi pertahanan Bintang Medan. Dari pantauan kami mengenai rapor bermainnya yang kerap diturunkan secara reguler, kami optimis Bintang Medan dapat kembali ke jalur yang benar," harap Roelofsen.

Sebelum bergabung dengan Bintang Medan, Steve Pantelidis bermain di Altona East, FC Aarhus, Melbourne Knights, Oakleigh Cannons, Heidelberg United, Melbourne Victory dan Gold Coast United. Dia bermain di posisi gelandang bertahan atau mengisi posisi sayap kiri dan kanan gelandang.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Manado United Biography

Jumat, 04 Maret 2011

Manado United merupakan klub sepak bola yang sudah cukup lama berdiri di Manado. Masyarakat di Manado sendiri sangat menantikan kehadiran dan selalu mendukung klub sepak bola yang dapat berprestasi dari daerahnya. Fokus Manado United adalah pengembangan pemain lokal. Diperkuat oleh mantan pemain-pemain Persma Manado, Manado United siap berprestasi pada musim kompetisi Liga Primer Indonesia.
Stadion: Klabat, Manado (kapasitas 20.000)
Pelatih: Muhammad Al-Hadad



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Bogor Raya Tingkatkan Kemampuan Individu Pemain

BOGOR - Kontestan tim Liga Primer Indonesia (LPI), Bogor Raya, terus berbenah untuk memperbaiki skuadnya musim ini. Karenanya, pelatih Bogor Raya, Jhon Anwandi, terus mematangkan kesiapan Masperi Kasim dan kawan-kawan dalam latihan.

Ia terus menggenjot latihan fisik dan skill pemain, serta meningkatkan kerja sama tim dengan pola satu dan dua sentuhan. “Penyelesaian akhir kami masih minim. Karena itu, baik penyelesaian akhir dan akurasi tendangan ke gawang, menjadi porsi utama setiap latihan,” tambahnya.
Pelatih asal Padang, Sumatera Barat tersebut mengatakan, telah melatih pemainnya melakukan tendangan penalti dan tendangan bebas. Semua pemain dilihat kemampuan melakukan penalti dan nantinya akan menentukan siapa saja yang akan layak menjadi eksekutor.
Sejauh ini, pelatih yang pernah membesut Persikabo Kabupaten Bogor sebagai asisten pelatih pada musim 2008/2009 mengaku, masih ingin memberi kesempatan kepada semua pemain, khususnya penyerang untuk menunjukkan kemampuan. Selain Luciano Ramon Jose dan Oscar Adrian Alegre, Jhon masih bisa memilih bombernya, di antaranya Adrija Jukic dan Okto Rianto.
Meski tidak dapat memastikan, Jhon tampaknya akrab dengan formasi 3-5-2. ”Selain menghitung peluang lawan, tentunya, pola yang diterapkan disesuaikan dengan pemain yang kami turunkan saat pertandingan,” ucap, pelatih yang pernah menjadi asisten Suimin Diharja ketika membesut Persikabo Kabupaten Bogor tersebut.
Ia menilai, hanya dengan formasi itu anak asuhnya bisa bermain sesuai harapan. “Kami tidak memiliki pemain tengah dengan skill seperti pemain Arsenal atau Barcelona. Jadi kami pakai formasi ini dengan mengutamakan serangan dari sayap," jelas pelatih yang sudah mengantongi lisensi A sejak tahun 2007.
Menurutnya, karakter pemainnya tak terlalu bagus bila mengandalkan permainan di sektor tengah. “Kami belum punya kreativitas dan skill individu yang cukup untuk memainkan bola di tengah sehingga harus bermain melebar.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Nur’Alim Inginkan Tim Lebih Disiplin

BANDUNG - Tak kunjung mendapatkan hasil yang baik dalam mengarungi kompetisi Liga Primer Indonesia, membuat gerah kapten tim Bandung FC, Nur’Alim.
Nur'Alim yang akrab disapa, Jabrik, menghimbau agar rekan-rekannya dapat tampil lebih disiplin dalam menjaga konsistensi permainan. Pasalnya, dari tujuh laga yang dilalui, kurang disiplinnya pemain mengakibatkan kemenangan yang seharusnya dapat diraih harus hilang dengan hasil seri dan bahkan berujung kekalahan.
Jabrik mengatakan, berkaca dari tujuh pertandingan yang sudah dilalui, sejatinya Bandung FC mampu menguasai permainan. Namun, penyelesaian akhir yang buruk menjadikan posisi Bandung FC harus berada di dasar klasemen sementara.
"Padahal, baik ketika di dalam lapangan ataupun di luar lapangan, Saya selalu ingatkan rekan-rekan agar bermain lebih keras. Karena selama ini, tim banyak memiliki peluang, tetapi ketika finishing justru tidak sempurna. Apalagi, terkadang masih sering kehilangan bola," kata Jabrik.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Nurdin Minta KONI Ambil Sikap Soal LPI

JAKARTA - Nurdin Halid yang pada siang hari ini datang untuk memenuhi undangan pertemuan di kantor KONI memberikan beberapa tanggapan terkait pertemuan tersebut. Salah satunya terkait keberadaan Liga Primer Indonesia (LPI).

Pertemuan yang dilangsungkan di gedung Koni senayan, Jumat (4/3/2011) tersebut dikabarkan oleh Ketua Umum PSSI berjalan dengan santai dan rileks, di sela-sela konferensi pers usai acara.

Dalam pernyataannya Nurdin mengungkapkan ada 4 poin yang disampaikan PSSI terhadap KONI. Poin-poin tersebut antara lain terkait persiapan PSSI agar timnas meraih hasil terbaik (medali emas) pada ajang SEA Games, Persiapan kongres PSSI, dan keberadaan LPI.

Untuk urusan ini, Nurdin mewakili PSSI meminta KONI dapat mengambil sikap untuk menindak lanjuti keberadaan LPI (Liga Primer Indonesia) serta berharap agar KONI dapat membantu menciptakan suasana Kondusif.

“Dalam Undang-Undang keolahragaan serta peraturan pemerintah No.16, jelas tidak sesuai Undang-undang bila LPI bernaung dibawah BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia),”  tegas Nurdin.

Nurdin sendiri juga berniat mengirim utusan langsung PSSI untuk bertemu FIFA di Swiss menyangkut surat dari FIFA dan isinya tersebut.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Bandung FC Harus Tampil Ngotot

BANDUNG - Ujian berat kembali dihadapi Bandung FC saat bertandang ke Stadion Cibinong Bogor pada lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI), Sabtu (5/3/2011). Dijamu tuan rumah Bogor Raya FC, Laskar Siliwangi perlu bekerja keras menghadapi tim yang dikenal dengan gaya bermain cepat itu.

Pelatih Bandung FC Nandar Iskandar yang sempat diultimatum manajemen akhirnya memilih untuk terus menangani Nur Alim dan kawan-kawan. Nandar memilih mempertahankan kursi kepelatihan yang bila dikaitkan dengan prestasi Bandung FC yang saat ini terhempas di dasar klasemen.

Diakui pelatih berusia 60 tahun ini, ultimatum Manajemen Bandung FC tidak akan jadi beban berat bagi dirinya menghadapi Bogor Raya FC. Nandar justru menyikapi posisinya saat ini dengan tenang dan siap membuktikan kalau laga kedelapan kalinya itu akan menjadi sebuah jawaban bahwa Bandung FC bisa memberikan sebuah kemenangan pertama kalinya.

"Perasaan saya  biasa-biasa  saja menghadapinya, semua saya hadapi dengan enjoy. Semua pemberitaan tentang tim dan diri saya memang bukanlah  sebuah beban. Justru kami khawatir pemain lah yang akan terbebani dengan kondisi yang terjadi saat ini. Karena itu, saya sendiri telah mengubah pola latihan  untuk  mengusir rasa jenuh jelang pertandingan lusa (besok)," ujar Nandar sebelum bertolak ke Bogor Kamis lalu.

Namun pernyataan Nandar tersebut saat bertemu Bogor Raya akan diuji kebenarannya. Pasalnya, Bogor Raya saat ini masih berada dua tingkat di atas Bandung FC. Bogor Raya sudah mengoleksi satu kemenangan dan sekali imbang. Sedangkan sisanya berakhir dengan kekalahan.

Diatas kertas, kinerja kedua kesebelasan hingga pekan ke-8 kompetisi LPI memang kurang menggembirakan. Kedua kesebelasan masih berkutat di papan bawah klasemen sementara. Bandung FC bahkan terdampar di urutan terbawah dengan satu poin, hasil dari tujuh kali main, sekali seri dan enam kali kalah.

Mengingat posisi Bogor Raya FC agak lebih baik, klub Kota Hujan itu berpeluang menang dengan dukungan penuh Boraholic, julukan suporter Bogor Raya FC. Kedua klub satu provinsi ini akan bertarung ngotot untuk meraih kemenangan.

Bogor Raya yang cukup bagus performanya saat ini, disikapi Nandar bahwa tim asuhan Jhon Arwandi itu memiliki kelebihan. Menurutnya, sesuatu yang berbeda dari Bogor Raya itulah yang dijadikannya sebuah pekerjaan rumah untuk dipecahkan.

"Bogor Raya pasti memiliki kualitas lebih dari kita berdasarkan klasemen. Saya kira kenapa calon lawan kita disebut-sebut bagus karena mereka pasti memiliki sesuatu. Saat melihat permainan mereka, hasil analisa saya mengatakan bahwa pola permainan mereka bagus, begitu juga dengan pemain asingnya yang  memiliki speed serta sering melakukan shooting yang terarah," beber Nandar.

Sedangkan di kubu Laskar Kujang, julukan Bogor Raya FC, peluang untuk memenangi laga kandang sangat diinginkan pemainnya. “Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik, dan kelihatannya semua pemain sudah kembali pada puncak performanya masing-masing,” ujar bomber Bogor Raya, Luciano Rimoldi melalui situs resmi klub.

Luciano juga menambahkan, timnya saat ini dirasakan makin padu. “Saya yakin, bila sudah bisa mencetak gol, performa permainannya bakal makin meningkat.” tandas pemain asal Argentina itu.
Di sisi persiapan Bandung FC jelang pertandingan, Nandar masih mempercayai tugas lini tengah kepada Yaris Riyadi. Nandar juga menginstruksikan lini pertahanan lewat Aji Nurpijal dan Nur Alim agar bekerja ekstra keras.

Nandar sendiri memilih memperbaiki tim yang urung menghasilkan kemenangan ketimbang nasibnya di Bandung FC di musim pertama LPI  ini. Paling tidak, Bandung FC bisa beranjak dan meraih poin absolut atas tuan rumah Bogor Raya untuk menyelamatkan muka Bandung FC di mata pecinta sepakbola Bandung sekaligus menjaga kedudukan sang pelatih.

Tidak semua pemain diboyong Nandar dalam pertandingan nanti. Namun, untuk formasi pola 4-4-2 telah disiapkan untuk menjajal tuan rumah. Lini depan tetap mengandalkan, duet Lee Hendrie dan Perry  Sommah. Yang paling diutamakan Nandar adalah mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Nandar memahami, ultimatum manajemen akan berefek kepada pemain. Namun, dia berharap, para pemain menyikapinya secara dewasa.  "Yang jelas mereka bisa lebih enjoy, justru dengan kondisi sekarang ini malah akan menambah motivasi," pungkasnya.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Bintang Medan Butuh Suporter

MEDAN - Bintang Medan akan menghadapi lawan tangguh Persebaya 1927 FC dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI), Jumat (4/3/2011) hari ini. Meski sulit, Bintang Medan dinilai tetap memiliki peluang menumbangkan Bajul Ijo.

Persebaya diketahui merupakan tim sarat pengalaman dan memiliki materi pemain yang tangguh. Khususnya dibandingkan tim Bintang Medan FC yang baru berlaga pada musim perdana Liga Primer Indonesia (LPI), Persebaya secara materi diatas kertas lebih unggul.

Hal itu dikatakan Vice President LPI Region Sumatera-Aceh, Avian Tumengkol, menanggapi pertandingan antara Bintang Medan melawan Persebaya di Stadion Teladan Medan.

Menurut Avian, tidak mudah mengalahkan Persebaya dan perlu strategi yang tepat untuk menghadapi tim asuhan Aji Santoso itu. Namun demikian, Avian menilai bahwa tim asal Medan yang sekarang duduk di papan tengah klasemen sementara LPI itu bisa memenangkan laga melawan tim papan atas dengan dukungan masyarakat.

"Kita memang tidak bisa pastikan siapa yang menang, meski kita tahu Persebaya itu tim kuat dan Bintang Medan belakangan ini kurang mampu memetik kemenangan. Apalagi dengan cederanya beberapa pemain inti. Tapi saya yakin dengan dukungan masyarakat di Medan dan Sumut, Bintang Medan bisa menang," kata Avian, malam ini.

Dijelaskan Avian, dukungan masyarakat yang dimaksud adalah kehadiran para suporter dan pecinta sepakbola di stadion untuk langsung menyaksikan pertandingan sebagai tanda dukungan mereka.

"Pemain di lapangan tidak bisa menang sendiri tanpa dukungan. Dan dukungan paling utama bagi pemain adalah suporter yang memberikan mereka semangat dan emosi untuk berjuang di lapangan," Avian menjelaskan dalam rilis yang diterima okezone, Jumat (4/3/2011).

"Jadi seandainya masyarakat ramai-ramai hadir di stadion, saya yakin ini akan menjadi faktor penting bagi pemain di lapangan. Tidak hanya suporter, tapi juga semua elemen seperti pengusaha, pelajar, mahasiswa, bahkan tukang becak sekalipun," harap Avian yang juga mantan pemain sepakbola di liga profesional AS dan Australia.

Avian berharap, animo masyarakat ketika Timnas Indonesia berlaga di Piala AFF bisa dibangkitkan kembali. "Waktu itu kan bela Timnas. Nah, sekarang bela kotanya sendiri. Bintang Medan sangat pantas didukung oleh masyarakat Medan sendiri, sama halnya kelompok suporter Bonek yang datang dari Surabaya khususnya untuk mendukung Persebaya,” tutupnya.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Soal LPI, FIFA Ultimatum PSSI

ZURICH - Badan Sepakbola Dunia, FIFA, tak hanya mengeluarkan ketetapan terkait polemik kongres pemilihan ketua umum PSSI. FIFA juga melayangkan ultimatum pada PSSI, terkait status keberadaan Liga Primer Indonesia (LPI).

Kamis (3/3/2011) malam WIB, FIFA menggelar sidang komite eksekutif yang menelorkan sejumlah keputusan, termasuk desakan pada PSSI untuk menggelar sidang pembentukan komite pemilihan serta penyelenggaraan pemilihan ketua umum.

Tak hanya itu, FIFA juga memberi ultimatum pada PSSI untuk menyelesaikan masalah LPI. Seperti dilansir situs resmi FIFA, ketetapan tersebut berbunyi: Jika PSSI tidak mampu mengendalikan liga yang memisahkan diri (LPI-red), kasus tersebut akan diserahkan kepada Komite Eksekutif FIFA untuk memberi penangguhan.

Seperti diketahui, keberadaan LPI memang tidak diakui PSSI dan dianggap ilegal. PSSI memacu pada statuta FIFA, yang tidak membenarkan dua liga profesional bergulir di satu negara.

Namun sejauh ini, LPI, yang diluncurkan akhir Desember 2010, masih berjalan. Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar, merupakan tiga klub yang berpaling dari Liga Super Indonesia, kompetisi di bawah naungan PSSI, dan kini berlaga di LPI.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Marquee Player, Harga Mahal Sebuah Gengsi

SEJAK ada Liga Primer Indonesia (LPI), publik bola tak hanya disuguhi sebuah tontotan sepakbola ‘indie’ atau di luar main stream. Tapi juga ada sejumlah fenomena atau istilah baru yang mulai akrab, salah satunya istilah marquee player.

Secara harfiah, marquee player berarti pemain bintang atau kelas dunia yang didatangkan dengan gaji di atas rata-rata, biasanya dibiayai sponsor. Mungkin penikmat LPI sudah paham bagaimana Bandung FC sudah diwarnai mantan pemain Aston Villa, Lee Hendrie.

Sistem marquee player sudah akrab diterapkan di A League Australia dan MLS Amerika Serikat dan bertujuan untuk mengangkat value dari kompetisi maupun klub. Pertanyaannya, apakah ‘proyek’ marquee player benar-benar optimal di Indonesia?

Masih terlalu dini menjawabnya. Namun menurut saya, di iklim kompetisi seperti Indonesia, keberadaan marquee player tak lebih dari sebuah pelampiasan gengsi. Itu jika melihat status pemain bintang yang rata-rata sudah ‘karatan’ atau uzur.

Misalnya Lee Hendrie di Bandung FC. Saya melihat orientasi memiliki marquee player kemudian menyimpang hanya untuk pamer-pameran atau gagah-gagahan, bukan orientasi murni pada prestasi. Akhirnya keberadaan marquee player menjadi asing.

Lee Hendrie yang dicetak untuk sepakbola disiplin, cepat, dan tertata, kemudian secara instant harus bertanding di sepakbola indonesia yang lambat, disiplin  rendah dan bahkan lapangan yang kurang rata. Sudah begitu, ia dituntut untuk menjadi tukang sulap yang bisa mengubah tim menjadi superior.

Tak heran jika keberadaan pemain kelahiran 1977 ini seperti kehilangan sentuhan kala ia bermain di negaranya. Yang tampak kemudian adalah tak ada bedanya Lee Hendrie dengan pemain asing lain yang bukan berstatus marquee player.

Saya lebih terpesona oleh penampilan kiper Cenderawasih Papua Dennis Romanovs. Kiper asal Papua ini tak banyak menyita publikasi, tapi kemampuannya masih luar biasa di usia 35. Siapa sangka ia pernah bermain Liga Champions Eropa bersama Slavia Praha.

Penampilan Romanovs kala berlaga di Gelora 10 November menunjukkan bahwa penampilan jauh lebih penting dibanding status. Ia sudah membuktikan keberadaannya sangat dibutuhkan Cenderawasih Papua, minimal untuk membuat frustrasi bomber-bomber Bajul Ijo.

Saya sepakat dengan Aji Santoso yang tak mau pusing dengan status pemain, apakah marquee player atau tidak. Aji lebih mengedepankan pemain yang sesuai kebutuhan timnya alias efektif, bukan pemain bintang yang nantinya tidak banyak mengangkat performa tim.

Perekrutan pemain macam Otaviano Dutra menurut saya sudah cukup bagus untuk kompetisi LPI, tanpa embel-embel marquee player. Persema Malang juga terbilang stabil di papan atas tanpa harus mengumbar libido mendatangkan pemain kelas dunia.

Dengan status old crack atau renta, pemain berkelas dunia pun sudah banyak berkurang kemampuannya. Paling menonjol adalah fisik. Tanpa kondisi fisik yang memadai, mustahil pemain bisa konsentrasi dan fokus pada skill-nya, terlebih ia dikelilingi pemain yang berlevel jauh di bawahnya.

Seorang marquee player seharusnya tak hanya bisa mengangkat pencapaian sebuah klub, tapi juga menjalankan fungsi tutorial terhadap pemain lokal. Apa jadinya jika pemain bintang penampilannya lebih parah atau hanya setara dengan pemain domestik karena ketidakcocokan iklim kompetisi sepakbola.

LPI memang membutuhkan sarana untuk promosi demi mengangkat nilai kompetisi itu sendiri. Namun mendatangkan marquee player bernilai milyaran yang tak sesuai dengan kebutuhan tim, pada akhirnya hanya akan menjadi aksi gagah-gagahan tanpa prospek yang jelas.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Club LPI Mulai Berkembang

MALANG - Setelah kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) memainkan beberapa laga, klub-klub mulai menunjukkan perkembangan. Sejumlah tim mulai tidak gagap dengan pertandingan di luar kandang.

Itu diungkapkan Pelatih Persema Malang Timo Scheunemann setelah timnya ditahan imbang Minangkabau FC. Itu juga semakin membuktikan bahwa tidak ada dominasi di kompetisi LPI kendati Persema tetap memegang puncak klasemen sementara.

Di awal musim, Persema dan Persebaya 1927 kelihatan bakal mudah menjalani seluruh pertandingan sepanjang musim. Nyatanya itu tak terbukti karena baik Persema maupun Persebaya nyatanya juga sudah kehilangan angka.

Malah, Persema yang berjuluk Laskar Ken Arok dua kali tertahan di kandang kala menjamu Batavia Union dan Minangkabau FC. Persebaya sendiri juga pekan lalu takluk dengan mudah di kandang Bali Devata.

”Ini menunjukkan tidak ada dominasi di LPI. Semua klub mulai bisa merasakan nuansa kompetisi, termasuk klub yang masih baru. Siapa yang yang mental dan keseimbangan timnya lebih bagus, akan mendapatkan angka. Walau klub baru sekalipun," tutur Timo.

Ia mencontohkan Minangkabau FC yang dua kali memetik satu angka di Jawa Timur, yakni menahan imbang Persibo Bojonegoro dan Persema Malang. Torehan itu membuktikan bahwa sejumlah klub mulai merasakan kemapanan.

Timo juga membantah persaingan di LPI jauh lebih ringan dibanding di Indonesia Super League (ISL). Dikatakannya, publik memandang seperti itu karena LPI masih sangat baru dan belum kelihatan kualitas sebenarnya. Dirinya yakin persaingan ke depan semakin berat.

Persema termasuk tim "tua" yang mengikuti kompetisi sempalan tersebut, selain Persebaya 1927. Sejauh ini Persema dan Persebaya memang lebih menonjol karena persiapan menuju kompetisi terbukti lebih lama dan matang.

Ungkapan seirama juga dilontarkan pelatih Persebaya 1927 Aji Santoso. Dikatakan pelatih asal Malang ini, persaingan di LPI mulai berlangsung ketat karena beberapa klub sudah menemukan ritme permainannya.

Keuntungan yang dimiliki Persebaya dengan persiapan lebih lama, menurutnya bukan jaminan bakal selalu memenangi laga. Dicontohkan laga kontra Bali Devata dan Cenderazwasih Papua. Timnya takluk di Bali dan ditahan imbang di Surabaya karena gagal menjaga performa sekaligus terbatasnya stok pemain.

"Sejak semula saya yakin kompetisi akan berangsur sulit. Makanya saya lebih konsentrasi pada perbaikan tim, karena lawan yang kita hadapi juga mulai mapan. Kalau lawan berbenah sedangkan kita stagnan, maka kompetisi akan jauh lebih sulit," ungkap Aji.

Persebaya yang semula dominan, mulai sempoyongan menghadapi lawan yang terbilang lebih muda. Misalnya saja kala menjamu Cenderawasih Papua, timnya kehabisan akal membolongi jala tim tamu walaupun terus membombardir dengan segala model serangan.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Jovo Tertarik Tangani Bandung FC

BANDUNG - Mantan pelatih Persib Bandung Jovo Cuckovic mengaku tertarik pada klub Liga Primer Indonesia (LPI), Bandung FC. Jovo yang selalu berada di tribun penonton setiap laga Bandung FC menilai pertahanan Nuralim cs sering kehilangan kendali.

"Lini pertahanan Bandung FC nampak kurang rapat terutama pada babak kedua. Saat berada dalam tekanan, mereka terlihat tidak siap," tutur Jovo ditemui wartawan di sela-sela latihan Persib, Minggu (27/2/2011).

Meski kurang mengenali para pemain Bandung FC, Jovo mengakui performa Bandung FC pada beberapa laga kandang sudah cukup baik. Bahkan pada laga menjamu Tangerang Wolves, Sabtu (26/2/2011) Jovo mengakui tim berjuluk Laskar Siliwangi itu hanya kurang beruntung.

Mengenai ketertarikannya menangani Bandung FC, Jovo tidak mengutarakannya secara eksplisit. Namun, pelatih yang pernah beberapa bulan menangani Maung Bandung ini selalu datang dalam laga kandang tim besutan Nandar Iskandar.

Bandung FC sudah menggelar tiga laga kandang di Stadion Siliwangi diantaranya menjamu Persema Malang, PSM Makassar dan Tangerang Wolves.

Selain memiliki ketertarikan pada Lee Hendrie yang menjadi pemain bintang, Jovo menilai striker Bandung FC Perry N Somah bermain sangat baik. Hingga tujuh laga, pemain asal Liberia tersebut telah mencetak tiga gol.

"Dia (Perry, red) selalu bermain semangat. Mau bergerak ke berbagai daerah di lini depan. Hanya saja kerap minim kreatifitas dari gelandang sayap," pungkasnya.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

The Blue Devils Mendekat ke Puncak Klasemen

SEMARANG – Enam kartu kuning dan lima gol mewarnai pesta Semarang United di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (27/2/2011). Menjamu Bintang Medan dalam partai lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI), tim berjuluk Blue Devils tersebut kembali meraih poin absolut dengan kemenangan dramatis 3-2.

Tambahan tiga poin pada laga kemarin memiliki arti penting bagi Semarang United. Hasil ini sekaligus memperpanjang raihan positif saat tampil di depan pendukungnya sendiri. Empat kali bermain, empat kali pula tim besutan Edy Paryono ini meraih kemenangan.

Selain itu, kemenangan tersebut juga membuat posisi Semarang United terdongkrak ke peringkat kedua dan mendekati pimpinan klasemen sementara Persema Malang. Mengoleksi 15 poin, tim ini sukses menggeser Persebaya 1927 yang hanya bermain imbang tanpa gol ketika menjamu Cendrawasih Papua.

Saat ini, poin Semarang United hanya terpaut dua angka dari Persema yang mengoleksi 17 poin. Namun, Blue Devils baru melakukan enam pertandingan. Sedangkan, Persema sudah menjalani tujuh laga. Itu artinya, peluang untuk merebut pimpinan klasemen terbuka sangat lebar.

Pada laga kemarin, kapten Semarang United Amarildo Souza menunjukkan eksistensinya. Dia memborong dua dari tiga gol tuan rumah. Gol pertama tercipta saat pertandingan baru berjalan lima menit. Pelanggaran keras pemain Bintang Medan Gaston Salasiwa yang menjatuhkan Amancio Fortes di petak terlarang membuat wasit Samuel Suyoto langsung menunjuk titik putih. Souza yang dipercaya sebagai algojo sukses mengoyak gawang Bintang Medan yang dikawal Deky Ardian.

Dominasi tuan rumah kembali berlanjut setelah Quinteri Raffael Simone menggandakan keunggulan di menit 24. Tertinggal dua gol, tidak membuat nyali para punggawa Bintang Medan ciut. Sebaliknya, mereka mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol yang dicetak Rochmat Dwi Adi di menit 30.

Lapangan yang tergenang air akibat guyuran hujan membuat tensi pertandingan meningkat. Beberapa kali terjadi gesekan antarpemain dan yang akhirnya membuat wasit sering mengeluarkan kartu.

Di menit 64, Bintang Medan berhasil menyamakan kedudukan setelah kapten tim An Hyo Yoen mengoyak jala Yoga Wahyu Arif. Beruntung, dua menit berselang Souza kembali mencetak gol setelah memanfaatkan sepak pojok.

Hasil ini sontak memantik kekecewaan pelatih Bintang Medan Michael Feictenbeiner. Beberapa kali dia memprotes keputusan wasit. Bahkan, di akhir pertandingan pelatih berkebangsaan Jerman tersebut menunjukkan sikap kurang simpatik yang menolak ajakan pemain tuan rumah untuk berjabat tangan.

Kekesalan Michael Feictenbeiner memuncak di ruang jumpa pers. Dia dan penerjemah memutuskan meninggalkan ruangan ketika Pelatih Semarang United Edy Paryono menjawab pertanyaan media. Mereka menilai jumpa pers tidak sesuai prosedur karena tidak menyediakan moderator dan mempersilakan tim tamu untuk berbicara terlebih dahulu.

Terpisah, Edy Paryono mengaku puas dengan hasil ini. ”Para pemain berjuang sepanjang pertandingan untuk meraih kemenangan. Memang, masih ada celah di lini pertahan. Namun, itu lebih disebabkan pemain kami kaget dengan strategi lawan yang menerapkan umpan-umpan panjang ke striker,” ujar Edy Paryono.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Persebaya Dibuat Frustrasi Kiper Cendrawasih

SURABAYA - Persebaya 1927 gagal memetik kemenangan di laga kandang Liga Primer Indonesia (LPI). Menjamu Cenderawasih Papua di Gelora 10 November, Persebaya hanya mampu memetik hasil 0-0.

Kiper Cenderawasih Papua Romanov menjadi momok bagi tuan rumah. Sembilan kali melakukan penyelematan penting, kiper asal Rusia ini membuat frustrasi Andik Vermansyah dan kawan-kawan di depan gawang.


Bermain menyerang dan mendapat setidaknya 12 peluang sepanjang laga, ternyata bukan jaminan memetik angka sempurna. Justru tim tamu yang bermodal kiper jempolan mampu membawa pulang satu angka.

Bermain menekan sejak awal, Persebaya dikejutkan peluang tim tamu lewat Marcio Da Silva. Tendangan lurus dari jarak sekitar 30 meter membentur mistar gawang Endra Prasetya. Upaya yang brilian dari Cenderawasih Papua.

Persebaya merespons dengan peluang cantik I Made Wirahadi dan Andik Vermansyah menit 15 dan 18. Sayang penampilan impresif kiper Romanov menggagalkan upaya tuan rumah. Persebaya memegang penuh kendali permainan.

Cenderawasih Papua hanya mengoptimalkan serangan balik via aksi individu Da Silva. Menit 23 Persebaya sebenarnya bisa mengubah papan skor melalui akselerasi bek Otavio Dutra. Sayang bek Brazil ini gagal menyelesaikan peluang kala bermaksud mengcoh kiper Romanov.

Suporter Bonekmania berharap ada campur tangan wasit dengan menunjuk titik putih. Namun tak ada keputusan apa pun, karena memang tak ada kontak fisik antara Romanov dengan Dutra.

Jika upaya tuan rumah dihadang kiper Romanov, peluang Cenderawasih digagalkan nasib buruk. Ya, di menit 43 tercatat dua peluang membentur mistar. Dengan demikian tiga peluang tim tamu semuanya digagalkan mistar. Benar-benar 45 menit yang membuat frustrasi kedua tim.

Babak kedua, tuan rumah tak mengendurkan tekanan ke pertahanan Cenderawasih Papua. Sayang kurang tenangnya penyelesaian akhir sekaligus penampilan memukau kiper Romanov membuat setiap peluang mentah.

Romanov pantas menjadi man of the match. Konsentrasi, refleks serta positioning mantan kiper Timnas Rusia ini sungguh luar biasa. Tendangan model apa pun yang dilepaskan pemain Persebaya bisa diantisipasi dengan sempurna.

Sepanjang laga, tercatat sembilan penyelamatan penting dilakukan Romanov. Padahal sebagian besar peluang Persebaya sangat bersih atau tinggal berhadapan dengan Romanov.

"Kita banyak peluang tapi selalu gagal. Selain kurang konsentrasi, kiper Cenderawasih juga sangat bagus. Tak banyak kiper yang melakukan penyelamatan seperti itu. Saya kecewa tak bisa menang, tapi mau bagaimana lagi," ujar Pelatih Persebaya Aji Santoso seusai laga.

Sementara pelatih Cenderawasih Papua Uwe Erkenbrecker bersyukur bisa mencatat hasil imbang di Surabaya. "Pertandingan yang berat. Tapi hasil imbang sudah cukup bagus," katanya. Laga ini sekaligus menyajikan nuansa baru karena dipimpin wasit asing asal Makedonia, Borka Smokvoski.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Template by : kendhin x-template.blogspot.com