Club LPI Mulai Berkembang

Jumat, 04 Maret 2011

MALANG - Setelah kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) memainkan beberapa laga, klub-klub mulai menunjukkan perkembangan. Sejumlah tim mulai tidak gagap dengan pertandingan di luar kandang.

Itu diungkapkan Pelatih Persema Malang Timo Scheunemann setelah timnya ditahan imbang Minangkabau FC. Itu juga semakin membuktikan bahwa tidak ada dominasi di kompetisi LPI kendati Persema tetap memegang puncak klasemen sementara.

Di awal musim, Persema dan Persebaya 1927 kelihatan bakal mudah menjalani seluruh pertandingan sepanjang musim. Nyatanya itu tak terbukti karena baik Persema maupun Persebaya nyatanya juga sudah kehilangan angka.

Malah, Persema yang berjuluk Laskar Ken Arok dua kali tertahan di kandang kala menjamu Batavia Union dan Minangkabau FC. Persebaya sendiri juga pekan lalu takluk dengan mudah di kandang Bali Devata.

”Ini menunjukkan tidak ada dominasi di LPI. Semua klub mulai bisa merasakan nuansa kompetisi, termasuk klub yang masih baru. Siapa yang yang mental dan keseimbangan timnya lebih bagus, akan mendapatkan angka. Walau klub baru sekalipun," tutur Timo.

Ia mencontohkan Minangkabau FC yang dua kali memetik satu angka di Jawa Timur, yakni menahan imbang Persibo Bojonegoro dan Persema Malang. Torehan itu membuktikan bahwa sejumlah klub mulai merasakan kemapanan.

Timo juga membantah persaingan di LPI jauh lebih ringan dibanding di Indonesia Super League (ISL). Dikatakannya, publik memandang seperti itu karena LPI masih sangat baru dan belum kelihatan kualitas sebenarnya. Dirinya yakin persaingan ke depan semakin berat.

Persema termasuk tim "tua" yang mengikuti kompetisi sempalan tersebut, selain Persebaya 1927. Sejauh ini Persema dan Persebaya memang lebih menonjol karena persiapan menuju kompetisi terbukti lebih lama dan matang.

Ungkapan seirama juga dilontarkan pelatih Persebaya 1927 Aji Santoso. Dikatakan pelatih asal Malang ini, persaingan di LPI mulai berlangsung ketat karena beberapa klub sudah menemukan ritme permainannya.

Keuntungan yang dimiliki Persebaya dengan persiapan lebih lama, menurutnya bukan jaminan bakal selalu memenangi laga. Dicontohkan laga kontra Bali Devata dan Cenderazwasih Papua. Timnya takluk di Bali dan ditahan imbang di Surabaya karena gagal menjaga performa sekaligus terbatasnya stok pemain.

"Sejak semula saya yakin kompetisi akan berangsur sulit. Makanya saya lebih konsentrasi pada perbaikan tim, karena lawan yang kita hadapi juga mulai mapan. Kalau lawan berbenah sedangkan kita stagnan, maka kompetisi akan jauh lebih sulit," ungkap Aji.

Persebaya yang semula dominan, mulai sempoyongan menghadapi lawan yang terbilang lebih muda. Misalnya saja kala menjamu Cenderawasih Papua, timnya kehabisan akal membolongi jala tim tamu walaupun terus membombardir dengan segala model serangan.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com