SEMARANG – Enam kartu kuning dan lima gol mewarnai pesta Semarang United di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (27/2/2011). Menjamu Bintang Medan dalam partai lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI), tim berjuluk Blue Devils tersebut kembali meraih poin absolut dengan kemenangan dramatis 3-2.
Tambahan tiga poin pada laga kemarin memiliki arti penting bagi Semarang United. Hasil ini sekaligus memperpanjang raihan positif saat tampil di depan pendukungnya sendiri. Empat kali bermain, empat kali pula tim besutan Edy Paryono ini meraih kemenangan.
Selain itu, kemenangan tersebut juga membuat posisi Semarang United terdongkrak ke peringkat kedua dan mendekati pimpinan klasemen sementara Persema Malang. Mengoleksi 15 poin, tim ini sukses menggeser Persebaya 1927 yang hanya bermain imbang tanpa gol ketika menjamu Cendrawasih Papua.
Saat ini, poin Semarang United hanya terpaut dua angka dari Persema yang mengoleksi 17 poin. Namun, Blue Devils baru melakukan enam pertandingan. Sedangkan, Persema sudah menjalani tujuh laga. Itu artinya, peluang untuk merebut pimpinan klasemen terbuka sangat lebar.
Pada laga kemarin, kapten Semarang United Amarildo Souza menunjukkan eksistensinya. Dia memborong dua dari tiga gol tuan rumah. Gol pertama tercipta saat pertandingan baru berjalan lima menit. Pelanggaran keras pemain Bintang Medan Gaston Salasiwa yang menjatuhkan Amancio Fortes di petak terlarang membuat wasit Samuel Suyoto langsung menunjuk titik putih. Souza yang dipercaya sebagai algojo sukses mengoyak gawang Bintang Medan yang dikawal Deky Ardian.
Dominasi tuan rumah kembali berlanjut setelah Quinteri Raffael Simone menggandakan keunggulan di menit 24. Tertinggal dua gol, tidak membuat nyali para punggawa Bintang Medan ciut. Sebaliknya, mereka mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol yang dicetak Rochmat Dwi Adi di menit 30.
Lapangan yang tergenang air akibat guyuran hujan membuat tensi pertandingan meningkat. Beberapa kali terjadi gesekan antarpemain dan yang akhirnya membuat wasit sering mengeluarkan kartu.
Di menit 64, Bintang Medan berhasil menyamakan kedudukan setelah kapten tim An Hyo Yoen mengoyak jala Yoga Wahyu Arif. Beruntung, dua menit berselang Souza kembali mencetak gol setelah memanfaatkan sepak pojok.
Hasil ini sontak memantik kekecewaan pelatih Bintang Medan Michael Feictenbeiner. Beberapa kali dia memprotes keputusan wasit. Bahkan, di akhir pertandingan pelatih berkebangsaan Jerman tersebut menunjukkan sikap kurang simpatik yang menolak ajakan pemain tuan rumah untuk berjabat tangan.
Kekesalan Michael Feictenbeiner memuncak di ruang jumpa pers. Dia dan penerjemah memutuskan meninggalkan ruangan ketika Pelatih Semarang United Edy Paryono menjawab pertanyaan media. Mereka menilai jumpa pers tidak sesuai prosedur karena tidak menyediakan moderator dan mempersilakan tim tamu untuk berbicara terlebih dahulu.
Terpisah, Edy Paryono mengaku puas dengan hasil ini. ”Para pemain berjuang sepanjang pertandingan untuk meraih kemenangan. Memang, masih ada celah di lini pertahan. Namun, itu lebih disebabkan pemain kami kaget dengan strategi lawan yang menerapkan umpan-umpan panjang ke striker,” ujar Edy Paryono.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 komentar:
Posting Komentar